Kadin Dorong BRICS Buka Akses Pasar untuk UMKM

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong kerja sama ekonomi BRICS tidak berhenti pada forum antarnegara, tetapi menghasilkan akses pasar, kemudahan transaksi, dan peluang bisnis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan hal tersebut dalam BRICS Business Forum di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026).
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha negara-negara BRICS itu, Anindya menekankan pentingnya Indonesia ikut membentuk agenda ekonomi BRICS setelah menjadi anggota penuh blok tersebut.
Baca Juga: Prabowo Dorong Multilateralisme di Forum KTT BRICS
Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025. Dengan bergabungnya Indonesia, BRICS kini memiliki 11 anggota penuh.
Anindya mengatakan Indonesia juga memiliki chapter aktif dalam BRICS Business Council. Posisi tersebut dinilai dapat digunakan untuk mendorong agenda perdagangan, investasi, industri, teknologi, dan jasa antarnegara anggota.
“Kami sangat senang dan merasa terhormat bahwa Indonesia telah bergabung dengan keluarga BRICS berkat Presiden Prabowo. Indonesia sekarang memiliki chapter yang sangat aktif dalam BRICS Business Council,” ujar Anindya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Anindya, besarnya skala ekonomi BRICS membuat kerja sama di dalam blok tersebut perlu diarahkan pada manfaat yang lebih konkret. Dirinya menyebut BRICS merepresentasikan hampir separuh populasi dunia dan sekitar 40% perekonomian global.
“Ketika kita berbicara tentang BRICS, kita berbicara tentang hampir separuh umat manusia dan sekitar 40% perekonomian dunia. Kita memiliki kekuatan ekonomi untuk membentuk masa depan sekaligus tanggung jawab untuk memastikan lebih banyak orang dapat mengambil bagian di dalamnya,” kata Anindya.
3 Agenda Kadin di BRICS
Anindya menilai ukuran ekonomi BRICS harus diterjemahkan menjadi kemudahan bagi perusahaan untuk mencari mitra, memasuki pasar negara anggota, memperoleh layanan bisnis, hingga melakukan pembayaran lintas negara.
Karena itu, dia menawarkan tiga prioritas untuk memperkuat perdagangan dan jasa intra-BRICS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








