Pemerintah Buka Investasi Asing untuk Bangun SPKLU di Banyak Titik

AKURAT.CO Pemerintah membuka ruang lebih luas bagi investasi asing di sektor Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriandi, mengatakan rasio penggunaan SPKLU saat ini masih menunjukkan antrean yang tinggi.
Kondisi tersebut, kata Dendy menandakan kebutuhan penambahan infrastruktur pengisian daya masih besar.
Baca Juga: Pemerintah Bidik Mal hingga Pelabuhan Bangun SPKLU
“Kami baca di berita, penggunaan SPKLU itu perbandingannya sudah tidak masuk akal, 1 banding 47 antreannya. Artinya masih kurang,” kata Dendy dalam BIG Strategic Forum 2026: Accelerating Growth Through Clean Energy & Industrial Transformation, Selasa (8/9/2026).
Dendy menyampaikan, pemerintah telah menyesuaikan ketentuan investasi untuk membuka peluang masuknya penanam modal asing (PMA) ke bisnis SPKLU.
Investor tidak lagi dibatasi dengan ketentuan permodalan investasi Rp10 miliar hanya untuk satu titik proyek.
“Nah kalau kita bicara SPKLU karena kebutuhan kita tadi, mendorong bahwa kita memiliki kebijakan, mengundang investasi sebesar-besarnya untuk manufakturing electrical vehicle,” ujarnya.
Dendy mengatakan, pembangunan SPKLU menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem kendaraan listrik nasional. Tanpa dukungan infrastruktur pengisian yang memadai, pertumbuhan industri kendaraan listrik berisiko tidak diikuti oleh pemerataan fasilitas pendukung.
Dia menilai konsentrasi pembangunan SPKLU di kota-kota besar dapat menjadi persoalan apabila tidak segera diantisipasi. Pemerintah karena itu memberikan fleksibilitas agar investasi SPKLU dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Salah satu kebijakan yang diterapkan memungkinkan investor PMA dengan nilai investasi Rp10 miliar di luar tanah dan bangunan untuk membangun SPKLU di sejumlah titik dalam satu provinsi.
Baca Juga: PLN Siapkan SPKLU Truk Listrik Pertama di Tol Trans Jawa, Ini Lokasinya
“Nah salah satu kebijakannya itu kita mengeluarkan bahwa untuk SPKLU boleh lho, PMA masuk silahkan Rp10 miliar di luar tanah dalam bangunan, dalam titik-titik di dalam 1 provinsi. Jadi tidak hanya dalam 1 titik,” tutur Dendy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








