PLTS 100 GW Dikebut, Pemerintah Petakan Potensi di 250 Bendungan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah memetakan potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung target kapasitas 100 gigawatt peak (GWp).
Wakil Menteri ESDM, Yuliot mengatakan, percepatan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas target waktu pelaksanaan dari sebelumnya empat tahun menjadi tiga tahun, yakni 2026–2028.
"Seluruh potensi untuk energi baru terbarukan, ya khusus untuk 100 gigawatt peak, kita juga sudah petakan. Jadi, pelaksanaan kegiatan itu ada percepatan. Yang disampaikan oleh Bapak Presiden kan menjadi 3 tahun. Tadinya kan kita merencanakan sekitar 4 tahun," kata Yuliot saat ditemui di kawasan JIEXPO Kemayoran, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: PLN Gandeng Pemprov Bali Kebut Pengembangan PLTS 100 GWp dan BESS
Yuliot menyampaikan, pengembangan PLTS tidak hanya mengandalkan proyek ground mounted atau pembangkit yang dibangun di lahan darat. Pemerintah juga akan mengoptimalkan potensi PLTS terapung di sejumlah bendungan.
Yuliot menyebut, ESDM dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengidentifikasi beberapa bendungan yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS.
"Jadi, kita dengan Kementerian PU, bendungan yang sudah bisa dimanfaatkan, total ini bendungannya diidentifikasi oleh Kementerian PU lebih dari 250 bendungan seluruh Indonesia. Ya kan luasnya signifikan. Dan itu potensi dari bendungan tadi ada sekitar 43 gigawatt,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, terus mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk memaksimalkan potensi waduk sebagai lokasi PLTS terapung (floating photovoltaic) untuk memperkuat bauran energi bersih nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong implementasi PLTS secara lebih luas, tidak hanya pada skema ground mounted dan atap, tetapi juga melalui pengembangan PLTS terapung.
“Yang di mana Kementerian ESDM sekarang berdiskusi intens dengan kementerian PU untuk mengidentifikasi semua bendungan yang ada di Indonesia dan mana yang menjadi prioritas untuk dijadikan lokasi-lokasi PLTS,” kata Eniya Mini Conference National Transition Forum 2026 di Hotel Borobudur dikutip, Rabu (22/4/2026).
Menurut Eniya, pemanfaatan waduk sebagai lokasi PLTS memiliki potensi yang sangat besar.
Berdasarkan perhitungan sementara, dengan tingkat okupansi sekitar 20% dari total luas bendungan yang dikelola pemerintah, kapasitas listrik yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai lebih dari 15 gigawatt (GW).
“Basis hitungan kami saat ini 20 persen okupansi dari seluruh bendungan yang dibuat oleh kementerian PU itu, itu bisa menambah lebih dari 15 Giga Watt PLTS,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








