Akurat Logo

Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 12,92 Persen

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 26 Agustus 2026, 16:54 WIB
Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 12,92 Persen
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat peningkatan konsumsi BBM subsidi, khususnya Pertalite dan solar subsidi, setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas mengatakan, kenaikan konsumsi tersebut dipengaruhi oleh semakin lebarnya disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

"Faktor yang menyebabkan peningkatan adalah pertama pastinya ini disparitas harga semakin lebar, walaupun di akhir bulan Agustus ini harga untuk kategori pertamax, seperti pertamax dex termasuk untuk dex series itu terjadi penurunan, namun disparitas harganya ini masih cukup lebar," kata Wahyudi dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Pasokan Gas Jatim Stabil, BPH Migas Dorong Optimalisasi Jaringan Pipa

Wahyudi menyampaikan, konsumsi harian Pertalite sebelum terjadi penyesuaian harga BBM nonsubsidi berada di kisaran 75.795 kiloliter (KL) per hari.

Namun, setelah harga Pertamax mengalami penyesuaian pada 10 Juni 2026, konsumsi Pertalite mulai meningkat.

Pada periode setelah kenaikan harga Pertamax tersebut, konsumsi Pertalite tercatat naik 9,19% atau sekitar 6.965 KL per hari.

Peningkatan kembali terjadi pada periode 1-31 Juli 2026. Rata-rata konsumsi Pertalite meningkat 12,92% dengan tambahan penyaluran sekitar 9.794 KL per hari.

Memasuki Agustus, konsumsi Pertalite sedikit mengalami penurunan seiring koreksi harga Pertamax dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.

“Jadi artinya kenaikan konsumsi pertalite yang rerata saat ini menjadi 84.368 KL ini memang shifting dari sisi pemindahan semula konsumsi pertamax menjadi pertalite,” ujarnya.

Selain Pertalite, BPH Migas mencatat peningkatan penyaluran solar subsidi atau Jenis BBM Tertentu (JBT) minyak solar.

Wahyudi mengatakan rata-rata penyaluran solar subsidi sebelum terjadi kenaikan harga solar nonsubsidi berada di level 50.624 KL per hari. Seiring berjalannya waktu, rata-rata penyaluran meningkat hingga mencapai 58.271 KL per hari.

Baca Juga: Rumah Subsidi Kian Terjangkau, Pemerintah Finalisasi Pembebasan BPHTB dan Insentif Pajak

Dengan demikian, terdapat tambahan penyaluran sekitar 7.647 KL per hari. Kenaikan penyaluran solar subsidi tercatat paling tinggi pada Agustus, yakni sebesar 15,10%.

"Ini khusus solar dan kami terus melakukan proses dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat secara baik karena faktor ekonomi juga terjadi indikasi peningkatan," tutur Wahyudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.