Pasokan Gas Jatim Stabil, BPH Migas Dorong Optimalisasi Jaringan Pipa

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan pasokan gas bumi di Jawa Timur masih stabil.
Hal tersebut didapatkan setelah ada kunjungan kerja BPH Migas dengan Komisi XII DPR RI ke Jawa Timur.
Anggota Komite BPH Migas, Baskara Agung Wibawa menyampaikan, kondisi pasokan dan penyaluran gas bumi di Jawa Timur relatif stabil dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Perkuat Penanganan Karhutla, Prabowo Bakal Tindak Tegas Pihak yang Sengaja Lakukan Pembakaran
Dari sisi pemanfaatan, sektor komersial menjadi pengguna gas terbesar dengan porsi sekitar 45% dari total realisasi volume, disusul sektor industri sebesar 38%.
Sementara itu, pemanfaatan gas bumi untuk sektor kelistrikan mencapai sekitar 16% dan CNG sekitar 1%. Komposisi tersebut menunjukkan kebutuhan gas di Jawa Timur masih banyak ditopang sektor komersial dan industri.
Dari sisi infrastruktur, jaringan gas bumi di Jawa Timur mendukung penyaluran kepada konsumen. Panjang pipa distribusi tercatat sekitar 1,4 juta kilometer, sedangkan jaringan pipa transmisi mencapai 813 kilometer.
“Dari sisi utilisasi, kapasitas pipa pengangkutan gas di Jawa Timur itu utilisasinya masih memungkinkan untuk ditingkatkan. Namun, tetap bergantung pada ketersediaan pasokan gas yang ada,” kata Baskara dikutip dari laman BPH Migas, Minggu (23/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas bersama Komisi XII DPR RI juga mengevaluasi kesiapan dan kinerja tim tanggap darurat badan usaha sektor energi dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim tanggap darurat Pertamina dan PLN dinilai bekerja cepat dan responsif dalam menangani kondisi bencana.
“Alhamdulillah hasilnya semuanya baik. Tim dari PLN maupun tim dari Pertamina mendapat apresiasi dari DPR karena bekerja sangat cepat dan responsif untuk menangani bencana tersebut,” ujar Baskara.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, tantangan sektor migas saat ini terletak pada kemampuan meningkatkan produksi, terutama minyak mentah dan gas.
“Kebutuhan gas sangat tinggi untuk sektor kelistrikan, industri, dan rumah tangga. Oleh karena itu, kami ikut mendorong agar ada peningkatan lifting sehingga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









