Danantara Tegaskan DSI Tak Akan Ambil Alih Fungsi Regulator Ekspor

AKURAT.CO CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak dibentuk untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih fungsi regulator dalam kegiatan ekspor.
Rosan mengatakan seluruh fungsi perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada di kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan.
“Namun ingin saya tegaskan bahwa DSI ini bukan tujuannya menambah lapisan birokrasi atau bukan pula menggantikan peran dari regulator,” kata Rosan dalam peluncuran babak baru tata kelola ekspor SDA, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: DSI Danantara Temukan Potensi Optimalisasi Ekspor USD5 Miliar per Tahun
Rosan menambahkan, DSI akan berperan membangun titik verifikasi yang lebih kuat terhadap aliran data dan transaksi ekspor.
Verifikasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa.
“Peran DSI adalah membangun satu titik verifikasi yang lebih kuat dari aliran data dan transaksi ekspor, mencakup kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa,” ujarnya.
Rosan menilai pengelolaan aset strategis nasional tidak cukup hanya berorientasi pada volume ekspor. Menurutnya, setiap transaksi harus memiliki dasar yang wajar, dapat ditelusuri, serta memberikan manfaat optimal bagi Indonesia.
Karena itu, implementasi DSI akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan menyesuaikan kesiapan agar tidak mengganggu arus perdagangan maupun hubungan komersial yang telah berjalan.
“Oleh sebab itu, implementasinya akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berbasis kesiapan agar arus perdagangan dan hubungan komersial yang sudah berjalan tidak terganggu,” tutur Rosan.
Baca Juga: Danantara Ungkap Biang Kerok Motor Listrik Sulit Berkembang di Indonesia
Lebih lanjut, Rosan mengatakan DSI diharapkan mampu menjaga integritas data dan proses sehingga dapat berkembang menjadi institusi yang kredibel, profesional, dan terbuka.
Selain itu, DSI ditargetkan memberikan kepastian berusaha melalui proses yang profesional dan efisien bagi eksportir, pembeli, perbankan, maupun instansi terkait.
“Danatara Indonesia juga menaruh harapan yang besar kepada DSI karena pertama, bagaimana kita bisa menjaga integritas data dan proses agar DSI menjadi institusi yang kredibel, profesional, dan terbuka,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









