Sawit Bakal Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

AKURAT.CO Kelapa sawit diproyeksikan semakin berperan dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.
Pada 2050, minyak sawit diperkirakan dapat menyumbang sekitar 60 persen dari kebutuhan minyak nabati global.
Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, mengatakan, kebutuhan minyak nabati terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, kenaikan pendapatan, dan perkembangan industrialisasi global.
Menurut dia, minyak nabati tidak hanya digunakan untuk pangan, tetapi juga semakin banyak dimanfaatkan sebagai bahan biomaterial, substitusi produk petrokimia, dan sumber energi alternatif.
Tungkot memperkirakan kebutuhan minyak nabati dunia pada 2050 mencapai sekitar 300 juta ton, ketika populasi global diproyeksikan menembus 10 miliar jiwa.
Angka tersebut hampir 1,4 kali lipat dibandingkan produksi minyak nabati dunia pada 2025 yang mencapai 215,6 juta ton.
"Semakin bertumbuh penduduk dunia, konsumsi minyak sawit juga meningkat. Menuju tahun 2050, populasi penduduk dunia akan mencapai lebih dari 10 miliar orang maka kebutuhan minyak sawit dunia juga akan semakin besar," kata Tungkot di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Ia menilai peningkatan produksi minyak nabati selain sawit, seperti kedelai, rapeseed, dan bunga matahari, akan menghadapi keterbatasan akibat produktivitas dan ketersediaan lahan.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat minyak sawit berpotensi semakin dominan dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.
Berdasarkan data 2025, kedelai memiliki luas areal sekitar 143,8 juta hektare dan berkontribusi 32,8 persen terhadap produksi minyak nabati dunia.
Rapeseed memiliki luas areal 43,8 juta hektare dengan kontribusi 16,5 persen, sedangkan bunga matahari mencakup sekitar 29,5 juta hektare dengan kontribusi 9,3 persen.
Sementara itu, luas areal kelapa sawit sekitar 29 juta hektare. Meski lebih kecil dibandingkan sejumlah komoditas minyak nabati utama lainnya, sawit mampu menyumbang sekitar 41,4 persen terhadap produksi minyak nabati utama dunia.
"Diperkirakan pada tahun 2050 mendatang sekitar 60 persen kebutuhan minyak nabati dunia akan berasal dari minyak sawit," ujarnya.
Produktivitas Sawit Jadi Keunggulan
Tungkot mengatakan sawit memiliki keunggulan dari sisi produktivitas dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya. Produktivitas minyak sawit disebut dapat mencapai delapan hingga 10 kali lipat lebih tinggi.
Selain itu, masih terdapat ruang peningkatan produktivitas sawit sekitar 50-100 persen melalui perbaikan praktik perkebunan dan penerapan teknologi.
Baca Juga: Hilirisasi Sawit Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Ekspor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver






