KAI Operasikan KA Barapati Switching, Angkut Batu Bara hingga 3.000 Ton

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat efisiensi operasional layanan logistik batu bara di Sumatra Selatan melalui pengoperasian KA Barapati Switching relasi Tanjung Enim Baru–Kertapati pergi pulang (pp).
Layanan tersebut mulai beroperasi sejak 8 Juli 2026 untuk mendukung distribusi batu bara milik PT Bukit Asam Tbk.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pengoperasian KA Barapati Switching dirancang untuk meningkatkan produktivitas rangkaian melalui kapasitas muatan yang lebih besar dalam setiap perjalanan.
Baca Juga: PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
“KA Barapati Switching memperkuat efisiensi operasional karena mampu melayani muatan dalam jumlah besar melalui satu rangkaian. Pengoperasian ini mendukung keteraturan perjalanan, optimalisasi sarana, serta kesinambungan distribusi batu bara dari Tanjung Enim,” kata Anne dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Pada tahap awal, KA Barapati Switching beroperasi dengan stamformasi 55 gerbong datar yang ditarik oleh satu unit lokomotif CC205. Rangkaian panjang tersebut memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan KA Barapati reguler yang umumnya beroperasi dengan sekitar 32 hingga 33 gerbong.
Gerbong yang digunakan merupakan gerbong datar tipe BM 54. Istilah BM 54 menunjukkan kemampuan berat muat hingga 54 ton pada setiap unit gerbong.
Dalam satu trainset penuh yang terdiri atas 60 gerbong datar BM 54, rangkaian mampu melayani muatan hingga 3.000 ton dalam sekali perjalanan.
Kapasitas tersebut mendukung konsolidasi muatan dalam jumlah besar sekaligus mengoptimalkan penggunaan lokomotif, gerbong, jalur, dan waktu perjalanan.
“Efisiensi tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan kemampuan lintas, sistem pengereman, kekuatan rangkaian, kesiapan lokomotif, serta standar keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Anne.
KA Barapati Switching pada rencana operasionalnya akan melayani relasi Tanjung Enim Baru–Kramasan pp. Selama proses penyelesaian dan penyiapan operasional Train Unloading Station di Kramasan, perjalanan untuk sementara diarahkan menuju Kertapati.
Baca Juga: PT KAI Klaim Kereta Tekan Emisi hingga 90 Persen, Siap Masuk B50
Pengoperasian KA Barapati Switching didukung program pengadaan sebanyak 1.125 unit gerbong datar BM 54. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 1.080 unit telah berada di Palembang untuk mendukung layanan logistik di wilayah Sumatra Bagian Selatan.
Adapun 45 unit lainnya masih berada di fasilitas PT INKA di Banyuwangi dan akan dikirimkan secara bertahap. Ketersediaan sarana tersebut akan mendukung pembentukan trainset sesuai kebutuhan operasional dan kesiapan fasilitas bongkar muat mitra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








