Ekspor RI ke Belarus Melonjak 82 Persen, Kerja Sama Industri Diperluas

AKURAT.CO Indonesia terus memperkuat kerja sama daya saing manufaktur, menarik investasi, dan mengamankan rantai pasok industri dengan Belarus.
Belarus, yang memiliki keunggulan kompetitif pada industri alat berat, kendaraan tambang, kargo, serta mesin pertanian, dibidik sebagai mitra potensial bagi Indonesia yang tengah memacu transformasi industri nasional.
Penguatan kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari agenda bersama sejak pertemuan Menperin Agus Gumiwang dengan Wakil Perdana Menteri Belarus, H.E. Viktor Karankevich, di Jakarta pada Desember 2025 lalu.
Baca Juga: Kemenperin Perkuat Industri Susu, Produksi Lokal Baru Penuhi 20 Persen Kebutuhan
”Penguatan kerja sama industri perlu diarahkan pada kolaborasi yang konkret dan saling menguntungkan guna mendukung pengembangan sektor manufaktur kedua negara," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, penguatan kerja sama ini juga ditandai dengan pertemuan antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy dengan Menteri Perindustrian Republik Belarus Andrei Kuznetsov.
Salah satu agenda utama yang dibahas di adalah peluang kerja sama pada industri kendaraan tambang dan kendaraan kargo.
Kedua pihak secara khusus membahas kemungkinan pengembangan fasilitas perakitan kendaraan Belarus di Indonesia melalui kemitraan dengan pelaku industri dalam negeri.
"Kami melihat peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret melalui pengembangan investasi, kemitraan industri, transfer teknologi, hingga penguatan rantai pasok yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ucap Tri.
Hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 1993 ini terus mencatatkan performa positif. Pada tahun 2025, nilai perdagangan nonmigas Indonesia-Belarus mencapai USD221,3 juta.
Nilai ekspor Indonesia ke Belarus melesat signifikan sebesar USD79,6 juta, atau naik 82,57% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kemenperin dan UNIDO Perkuat Kerja Sama Transformasi Industri Hijau
Produk ekspor andalan Indonesia meliputi komponen elektronik, produk sawit, hasil olahan perikanan, tekstil, serta komoditas kopi, kakao, dan teh.
Sebaliknya, Indonesia mengimpor pupuk, produk peternakan, bahan kimia, alat ukur, serta traktor dan mesin pertanian dari Belarus. Di sisi investasi, Belarus mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 15,6% pada periode 2023–2025 dengan rata-rata nilai mencapai USD5,3 juta.
Untuk memayungi kerja sama yang lebih luas, kedua negara tengah mempercepat finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation.
Nota kesepahaman ini akan menjadi landasan hukum di berbagai sektor prioritas, mulai dari industri berbasis agro, kendaraan listrik (electric vehicle) dan otomotif, alat berat, kawasan industri, logam, alat kesehatan, kimia-petrokimia, farmasi, pengembangan SDM, industri kreatif digital, Industri 4.0, industri hijau, hingga standardisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







