ASSA Tak Lagi Sekadar Rental Kendaraan, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru dari Bisnis Teknologi Logistik

AKURAT.CO PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) bersiap membuka babak baru transformasi bisnisnya.
Emiten yang selama ini identik dengan layanan penyewaan kendaraan dan logistik itu resmi mengajukan penambahan kegiatan usaha dengan masuk ke bisnis Transportation Management System (TMS), platform digital yang dirancang untuk mengelola aktivitas transportasi dan distribusi secara end-to-end.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa ASSA tidak lagi hanya bertaruh pada pertumbuhan armada dan layanan konvensional, tetapi mulai membangun sumber pendapatan berbasis teknologi yang dinilai memiliki prospek lebih tinggi dan lebih scalable.
Baca Juga: Kisah Kurir Perempuan Lion Parcel: Bukti Nyata Emansipasi di Industri Logistik Indonesia
Dalam dokumen keterbukaan informasi kepada pemegang saham, manajemen menjelaskan bahwa pengembangan bisnis baru tersebut akan dilakukan melalui penambahan sejumlah klasifikasi usaha (KBLI) yang berkaitan dengan teknologi digital.
"Mulai dari aktivitas pemrograman komputer, penerbitan perangkat lunak, konsultasi Internet of Things (IoT), hingga jasa sistem komunikasi data," ujar Direktur ASSA, Jerry Fandy Tunjungan.
Produk yang dikembangkan berupa platform TMS yang mencakup berbagai modul operasional seperti order management, shipment management, monitoring, customer billing, freight settlement, hingga dashboard dan reporting.
ASSA juga menyiapkan pengembangan lanjutan seperti Driver Management System, Control Tower, dan Bulk Shipment Planning. Perseroan menargetkan peluncuran komersial sistem tersebut pada Agustus 2026 dengan pendanaan berasal dari dana internal.
Secara strategis, langkah ini memperlihatkan upaya ASSA menangkap perubahan besar di industri logistik: pelanggan tidak lagi hanya mencari kendaraan dan jasa pengiriman, tetapi juga efisiensi operasional berbasis data.
Studi kelayakan independen yang disusun KJPP Ruky, Safrudin & Rekan menilai pasar TMS masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Faktor pendorongnya antara lain pertumbuhan sektor transportasi nasional, meningkatnya kebutuhan digitalisasi pengelolaan distribusi, serta masih rendahnya penetrasi sistem manajemen transportasi terintegrasi di Indonesia.
Target pasar yang dibidik pun cukup luas, mulai dari perusahaan logistik, distributor FMCG dan cold chain, sektor tambang dan konstruksi, UKM dengan armada operasional, hingga instansi pemerintah dan BUMN.
Dari sisi finansial, proyek ini juga dinilai menarik. ASSA memperkirakan kebutuhan investasi awal sekitar Rp5,12 miliar yang seluruhnya dibiayai dari kas internal.
Hasil studi menunjukkan NPV positif Rp12,62 miliar, IRR mencapai 41,93%, jauh di atas tingkat diskonto 10,22% serta periode pengembalian investasi sekitar 4 tahun 8 bulan.
Bagi investor, ekspansi ini dapat dibaca sebagai langkah diversifikasi yang penting: dari bisnis berbasis aset menuju kombinasi antara aset fisik dan platform digital, model yang berpotensi menciptakan margin lebih baik sekaligus memperkuat posisi ASSA di rantai nilai logistik nasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







