Minyak Dunia Turun ke Level Terendah Dua Pekan, Ada Apa?

AKURAT.CO Harga minyak dunia turun tajam ke level terendah dalam dua pekan pada perdagangan Senin, dikarenakan meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski demikian, pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait sejumlah isu penting, termasuk blokade di Selat Hormuz yang hingga kini masih menghambat pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, Senin (25/5/2026), berdasarkan data perdagangan, kontrak minyak mentah Brent turun sebesar USD4,71 atau 4,55% menjadi USD98,83 per barel pada pukul 22.34 GMT.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5 Persen, Ini Penyebabnya
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah USD4,57 atau 4,73% menjadi USD92,03 per barel. Penurunan tersebut membuat kedua kontrak minyak menyentuh level terendah sejak 7 Mei 2026.
Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu lalu yang menyebut Washington dan Teheran telah “sebagian besar menegosiasikan” nota kesepahaman terkait kesepakatan damai yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelum konflik memanas, Selat Hormuz diketahui menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan gas alam cair global.
Namun demikian, proses negosiasi masih menghadapi sejumlah hambatan. Trump pada Minggu menyatakan dirinya telah meminta tim perunding AS untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran karena masih terdapat sejumlah isu krusial yang belum terselesaikan.
Baca Juga: Serangan Drone di Teluk Dorong Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
Analis MST Marquee, Saul Kavonic menilai, harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai mulai memberikan tekanan terhadap harga minyak dalam jangka pendek.
“Terlepas dari semua peringatan dan risiko yang masih ada pada kesepakatan perdamaian dan Selat Hormuz, sekarang ada secercah harapan, yang akan membawa sedikit penurunan harga minyak dalam jangka pendek,” kata Kavonic.
Meski demikian, para analis memperkirakan proses normalisasi distribusi minyak melalui Selat Hormuz tidak akan berlangsung cepat.
Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan kembali arus pasokan minyak serta memperbaiki fasilitas minyak dan gas yang terdampak konflik di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








