Akurat Logo

MedcoEnergi dan Kebangkitan Suyanto Petani Semangka Muba

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 21 Mei 2026, 12:02 WIB
MedcoEnergi dan Kebangkitan Suyanto Petani Semangka Muba
Produksi semangka petani di Musi Banyuasin naik dari 16 ton menjadi 23 ton usai mengikuti program pemberdayaan MedcoEnergi.

AKURAT.CO Langkah kaki Suyanto, petani semangka asal Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan kini tidak rapuh lagi.

Melalui Program Local Business Development (LBD) yang dijalankan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd, Suyanto dan rekan-rekannya di kelompok tani Palawija Makmur kini telah bertransformasi.

Yanto, sapaan akrabnya, bercerita bahwa semangka merupakan harapan bagi dirinya dan kelompok tani di tempat dirinya tinggal.

Baca Juga: MedcoEnergi Perkuat Ketahanan Energi lewat Migas dan EBT

Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi semangka di wilayah Sumatra Selatan mencapai 98.296,37 kwintal pada tahun 2025. Sedangkan produksi semangka di Kabupatan Musi Banyuasin mencapai 20.552 kwintal pada 2025.

Akan tetapi, ditengah angka tersebut tak jarang Yanto dan petani lainnya mengalami kerugian karena satu dan lain hal.

Titik Balik

Kerugian pasca panen menjadi momok yang menghantui Yanto dan rekan-rekan kelompok tani lainnya.

Namun, seperti oase di gurun berpasir, Medco Energi hadir untuk memberikan pelatihan dan pengembangan kepada para petani, salah satunya di tempat Yanto tinggal.

Dalam sesi “CSR Talkshow: Bringing Energy to Community’s Economic Growth” yang digelar di booth MedcoEnergi pada perhelatan IPA Convex 2026, Yanto bercerita tentang peran Medco terhdap kelompok tani di Palajiwa.

Yanto bercerita, awalnya ia bahkan belum tertarik mengikuti program yang ditawarkan meskipun ada perangkat desa yang mendatangi dirinya.

Namun perangkat desa kembali datang membawa informasi tentang pelatihan yang akan diberikan kepada masyarakat. Dari situlah rasa penasarannya mulai tumbuh.

“Di situ, saya lihat ada pelatihan-pelatihan. Jadi, saya itu percaya, kalau kita dilatih untuk pembuatan pupuk, paling tidak kita bisa kurangi biaya,” kata Yanto, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Keban Berkah Energi Salurkan Perdana Minyak Sumur Rakyat ke Medco, Dorong Lifting Nasional

Keputusan itu menjadi titik balik bagi usaha pertaniannya. Suyanto resmi bergabung dalam Program LBD pada akhir 2023. Selama hampir dua tahun mengikuti program tersebut, ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama mengenai pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Tak hanya pelatihan, MedcoEnergi juga memberikan berbagai dukungan yang langsung menyentuh kebutuhan petani di lapangan. Mulai dari bantuan bibit, pupuk, obat-obatan, hingga dukungan pemasaran hasil panen.

“Yang pasti bantuan berbentuk bibit, Obat-obatan, pupuk juga. Terus pemasaran sebenernya mau dibantu, tapi untuk pemasaran sementara ini aman,” tutur Suyanto.

Bagi petani, ukuran keberhasilan paling nyata tentu terlihat dari hasil panen. Dan bagi Suyanto, perubahan itu kini benar-benar dirasakan.

Ia menyebut produksi semangka yang sebelumnya berada di kisaran 16 ton berhasil meningkat menjadi 23 ton pada akhir 2025. Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan keluarganya.

“Alhamdulillah, dari 16 ton menjadi 23 ton pada akhir 2025,” katanya.

MedcoEnergi Hadir Untuk Negeri

Di tempat yang sama, Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, Sudewo menyaampaikan, pogram LBD ini dijalankan secara bertahap sejak 2023 untuk menjawab berbagai tantangan yang sebelumnya dihadapi para petani.

Mulai dari keterbatasan modal, rendah produktivitas, keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, hingga belum optimalnya jaringan pemasaran.

Medco E&P Grissik Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Blok Corridor, memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta memasilitasi akses pemasaran.

Melalui Program LBD, MedcoEnergi terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha mandiri dan berkelanjutan.

“Kami melihat Kelompok ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar area operasi,” pungkas Sudewo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.