Produksi Masih Surplus, RI Siap Ekspor Pupuk Urea Saat Pasokan Global Terganggu

AKURAT.CO Pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan ekspor pupuk urea di tengah gangguan rantai pasok global akibat dinamika geopolitik, termasuk tekanan di jalur strategis Selat Hormuz.
Kebijakan ini ditegaskan tidak akan mengganggu kebutuhan pupuk dalam negeri yang tetap menjadi prioritas utama.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan ekspor hanya dilakukan ketika kebutuhan domestik telah terpenuhi.
“Arahan dari Kementerian Pertanian melalui Pak Wakil Menteri Pertanian sangat jelas. Kita ekspor ketika kebutuhan dalam negeri cukup,” kata Rahmad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Terjerat OTT KPK, PT Pupuk Indonesia Memberhentikan Immanuel Ebenezer Sebagai Komisaris
Secara kapasitas, Pupuk Indonesia mencatat produksi urea mencapai 9,4 juta ton per tahun. Angka ini melampaui kebutuhan domestik yang berada di kisaran 6–7 juta ton per tahun.
Hingga 14 April 2026, stok pupuk tercatat mencapai sekitar 1,2 juta ton, baik subsidi maupun non-subsidi. Produksi harian juga terus berjalan, dengan output urea sekitar 25 ribu ton per hari dan NPK sekitar 15 ribu ton per hari.
“Jadi 1,2 juta ton ditambah dengan produksi kita yang setiap hari itu untuk urea saja sekitar 25 ribu ton per hari. Ditambah untuk NPK kita itu kira-kira sekitar 15 ribu ton per hari. Jadi sangat cukup,” ujar Rahmad.
Di sisi permintaan global, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengungkapkan sedikitnya empat negara telah menjajaki impor urea dari Indonesia, yakni Australia, India, Filipina, dan Brasil.
Permintaan ini meningkat seiring terganggunya distribusi pupuk global akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Dengan adanya disrupsi ini, banyak negara membutuhkan urea. Indonesia memiliki keunggulan karena mampu memproduksi urea dari gas alam domestik, sehingga kita tidak bergantung pada impor untuk komoditas tersebut,” kata Sudaryono.
Baca Juga: KPK Jawab Desakan Massa Aksi Terkait Dugaan Korupsi Rp8,3 Triliun di PT Pupuk Indonesia
Secara historis, pasar pupuk global kerap mengalami volatilitas tinggi saat terjadi konflik geopolitik. Gangguan distribusi di jalur energi seperti Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas dunia berdampak langsung pada biaya produksi pupuk berbasis gas.
Kondisi serupa juga sempat terjadi saat krisis energi global 2022–2023 yang mendorong lonjakan harga pupuk internasional.
Dalam konteks ini, Indonesia berada pada posisi relatif stabil karena didukung pasokan gas domestik yang dijamin pemerintah, baik dari sisi volume maupun harga.
Hal ini menjadikan biaya produksi pupuk lebih terkendali dibanding sejumlah negara produsen lain yang bergantung pada impor energi.
Meski membuka peluang ekspor, pemerintah menegaskan kebijakan ini tetap dikendalikan secara ketat, terutama terkait siklus musim tanam. “Kita tidak mungkin akan mengekspor ketika musim tanam. Itu tadi jelas dan Dubes India sudah menyepakati bahwa kita mengekspor di luar musim tanam,” kata Rahmad.
Dari sisi dampak, langkah ini berpotensi memberikan tambahan devisa sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok urea global. Di sisi domestik, stabilitas pasokan pupuk dinilai krusial untuk menjaga produktivitas sektor pertanian, yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Pemerintah juga memastikan perlindungan terhadap petani tetap berjalan melalui kebijakan harga. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan sekitar 20% pada Oktober 2025 dipertahankan, meskipun harga pupuk global berfluktuasi.
“Seperti yang sudah ditegaskan oleh Pak Mentan dan Wamentan, HET pupuk subsidi untuk petani akan tetap sama. Artinya ketika harga dunia naik, harga pupuk subsidi di Indonesia justru turun,” ujar Rahmad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar










