Wamentan: Stok Pupuk Aman, Kebutuhan Jutaan Petani Tetap Terjaga

AKURAT.CO Pemerintah memastikan stok pupuk nasional tetap aman di tengah gangguan rantai pasok global akibat konflik yang memengaruhi jalur distribusi internasional, termasuk Selat Hormuz.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan, kebutuhan pupuk petani dalam negeri tidak terdampak signifikan.
“Jadi untuk kebutuhan pupuk kita, para petani kita, jutaan petani kita yang membutuhkan pupuk dan pupuk subsidi ini aman dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun,” ujar Sudaryono usai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (16/4/2026) Malam.
Baca Juga: Kementan Kendalikan Bibit DOC, Cegah Oversupply Ayam di Pasar
Secara data, pemerintah mencatat total produksi pupuk nasional mencapai sekitar 14,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, kebutuhan pupuk urea nasional berada di kisaran 6,8 juta ton.
Angka ini menunjukkan kapasitas produksi domestik masih berada di atas kebutuhan, terutama karena Indonesia mengandalkan bahan baku gas alam dalam negeri untuk produksi urea.
Gangguan global sendiri dipicu oleh ketegangan geopolitik yang berdampak pada jalur logistik utama dunia.
Selat Hormuz, yang menjadi salah satu choke point perdagangan energi dan bahan baku industri, turut memengaruhi distribusi pupuk internasional. Secara historis, kawasan ini menjadi jalur vital bagi perdagangan komoditas, termasuk bahan baku pupuk seperti amonia dan fosfat.
Namun, struktur industri pupuk nasional dinilai lebih resilien dibanding negara lain. Ketergantungan terhadap impor bahan baku utama relatif rendah untuk urea, sementara komponen lain seperti fosfat dan kalium telah diantisipasi melalui diversifikasi sumber impor dari berbagai negara.
Di sisi lain, pemerintah juga mencatat adanya peningkatan serapan pupuk di tingkat petani. Kondisi ini dinilai sebagai indikator meningkatnya aktivitas tanam di berbagai wilayah.
Baca Juga: Kementan dan Kementerian PU Bangun Sumur Bor Dalam di Mojokerto
“Ini sinyal yang positif. Kenapa? Artinya petani kita menebus pupuk berarti banyak nanam. Jadi kalau banyak nebus pupuk itu artinya banyak nanam,” kata Sudaryono.
Meski stok dipastikan tersedia, pemerintah mengakui adanya jeda distribusi di lapangan akibat tingginya permintaan. Dalam beberapa kasus, petani harus menunggu 1–2 hari untuk mendapatkan pupuk di kios resmi.
“Kalau misalnya ada petani nyari pupuk di kios barangkali belum ada, tunggu 1-2 hari insya Allah nanti barang itu akan ada. Jadi bukan pupuknya nggak ada, pupuknya ada, tersedia dan cukup,” jelasnya.
Dari sisi dampak, stabilitas pasokan pupuk menjadi faktor krusial bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Ketersediaan pupuk yang terjaga akan mendukung target peningkatan produksi pangan, terutama di tengah tekanan global yang berpotensi mengganggu rantai pasok.
Pemerintah saat ini mengandalkan sistem pemantauan berbasis data tanam nasional yang diperbarui secara berkala oleh penyuluh pertanian. Data ini digunakan untuk menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan riil di lapangan.
Ke depan, pemerintah menilai ketahanan sektor pupuk domestik menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama di tengah volatilitas geopolitik global yang masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar










