KAI Pakai Biosolar B40, Emisi Kereta Lebih Rendah dan Ramah Lingkungan

AKURAT.CO , PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar Biosolar B40.
Pemanfaatan B40 merupakan dukungan KAI terhadap langkah strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menghadirkan energi terbarukan di sektor transportasi.
Bahan bakar dengan campuran 40% bahan nabati ini telah digunakan secara menyeluruh sejak Februari 2025, setelah melewati rangkaian uji coba bersama yang sukses sejak Juli 2024.
Baca Juga: Penunjukan Dirut Patra Niaga Disorot, Isu B40 hingga Tata Kelola Transportasi Jadi Catatan
Melalui penggunaan energi terbarukan ini, operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah dan memperkuat perannya sebagai solusi logistik serta transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan bahwa sebagai pengguna teknologi energi hijau, KAI terus menjadi mitra mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat.
"Dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM ini, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang lebih sustain dan ramah lingkungan," kata Anne dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Anne menyampaikan, pihaknya menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50.
Strategi pemerintah dalam memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.
KAI, kata Anne sangat antusias menyambut kehadiran B50 yang nantinya dapat diterapkan pada perkeretaapian.
Baca Juga: Sentinel Soroti Praktik 'The Real Oplosan' pada Bahan Bakar B40 Performance
Mengingat keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama, seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi melayani pelanggan.
"Kami sangat mendukung rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM. Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang," ujar Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








