Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Saat Lebaran 2026, BBM Naik 15 Persen

AKURAT.CO Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, Erika Retnowati menyampaikan bahwa ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 berada dalam kondisi aman.
Erika mengatakan stok BBM untuk seluruh jenis produk berhasil dijaga di atas rata-rata 20 hari.
“Secara umum kondisi ketahanan stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari,” kata Erika saat menutup Posko Nasional Sektor ESDM periode RAFI di gedung BPH Migas, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik per 1 April 2026? Ini Kata Kementerian ESDM hingga Pertamina
Untuk konsumsi selama RAFI, Erika menuturkan bahwa peningkatan paling signifikan terjadi pada jenis gasoline yang naik 15% dibandingkan penyaluran normal selama periode posko.
Sementara itu, konsumsi gasoil tercatat turun 18%, sedangkan avtur meningkat 7,2% seiring tingginya mobilitas transportasi udara selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Erika melanjut, untuk penyaluran BBM tertinggi secara nasional untuk produk gasoline saat arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 37% dibandingkan kondisi normal.
“Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20 persen dari penyaluran normal,” ucap Erika.
Sementara itu, untuk avtur Erika menyebut terdapat lonjakan tertinggi saat arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan 18% dari penyaluran normal.
“Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 29 Maret 2026 dengan kenaikan 22 persen dari penyaluran normal,” tambahnya
Pasokan Stok LPG Aman
Untuk ketahana LPG, Erika juga memastikan pasokan tetap terjaga selama periode posko nasional. Menurut Erika, seluruh agen dan pangkalan siaga beroperasi dengan baik dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Migas bersama Pertamina memastikan operasional 40 terminal LPG, 757 SPBE, 6.662 agen LPG, serta 867 NPSO berjalan optimal selama Satgas RAFI.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kawal 2 Kapal Pertamina Melintas Selat Hormuz
“Ketahanan stok LPG nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 metrik ton atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rerata normal,” tutur Erika.
Adapun, puncak kenaikan penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 sebesar 33.428 metrik ton, atau 4,01% lebih tinggi dari rerata normal sebesar 32.111 metrik ton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen








