Perkuat Layanan Tanpa Henti, IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Ramadan

AKURAT.CO IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan kesiapan operasional penuh dengan menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) di seluruh terminal.
Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idulfitri sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama periode mudik.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya aktivitas logistik nasional, khususnya di segmen domestik yang mulai menunjukkan eskalasi signifikan memasuki minggu ketiga Ramadan.
Baca Juga: IPC TPK Bukukan Pertumbuhan Arus Petikemas 8,7 Persen di Februari 2026
Di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, lonjakan aktivitas tercatat mencapai sekitar 37,5% dibandingkan minggu sebelumnya, didorong oleh peningkatan throughput dan frekuensi kunjungan kapal (vessel call), yang turut memengaruhi tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR).
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.
"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," ujar Pramestie.
Guna menjaga kelancaran arus logistik dan menghindari kepadatan di area pelabuhan, IPC TPK mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi strategis.
Di antaranya optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1, kerja sama dengan beberapa depo petikemas pendukung di sekitar Tanjung Priok.
Kemudian penguatan fungsi traffic management dan safety control melalui penempatan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.
Seiring dengan rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret, IPC TPK memproyeksikan adanya percepatan aktivitas delivery oleh para pelanggan sebelum periode tersebut dimulai.
Untuk itu, perusahaan secara aktif mengimbau pengguna jasa agar melakukan percepatan pengambilan peti kemas untuk di keluarkan menuju depo di sekitar Jakarta Utara guna menghindari potensi penumpukan pasca Lebaran.
"Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran," tutup Pramestie.
IPC TPK juga terus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), instansi terkait, serta perusahaan pelayaran untuk memastikan sinkronisasi jadwal kedatangan kapal dan kelancaran arus peti kemas di seluruh terminal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









