Akurat Logo

ASDP Sesuaikan Jadwal Penyeberangan, Cuaca Jadi Faktor Penentu

Dedi Hidayat | 26 Januari 2026, 11:30 WIB
ASDP Sesuaikan Jadwal Penyeberangan, Cuaca Jadi Faktor Penentu

AKURAT.CO PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan, khususnya di lintas utama Sumatera–Jawa–Bali, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa prakiraan BMKG menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan operasional penyeberangan.

“Keselamatan adalah prioritas mutlak. ASDP tidak akan memaksakan operasional apabila kondisi cuaca berisiko. Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak, memantau informasi cuaca terkini, serta tidak memaksakan diri menyeberang ketika kondisi tidak aman,” kata Heru dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: ASDP Operasikan Lintasan Perintis Banggai–Paisulamo–Dungkean, Perkuat Konektivitas Sulawesi Tengah

Sebagai bagian dari langkah antisipatif, ASDP menyesuaikan pola operasional secara dinamis melalui koordinasi intensif dengan KSOP dan BPTD, termasuk penyesuaian jadwal hingga penundaan keberangkatan bila diperlukan.

Di sisi darat, pengaturan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan, optimalisasi kantong parkir, serta pengendalian kepadatan kendaraan terus diperkuat untuk menjaga keselamatan dan kelancaran layanan.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa perlindungan bagi pengguna jasa juga dilakukan melalui fleksibilitas layanan.

“ASDP menerapkan kebijakan refund 25 persen dan reschedule 10 persen melalui Ferizy agar perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Adapun, imbauan ini disampaikan menyusul dinamika operasional yang terjadi di Pelabuhan Merak pada Jumat, 23 Januari 2026, seiring pengaruh kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Situasi tersebut menjadi pengingat penting bahwa faktor alam memiliki peran signifikan dalam operasional penyeberangan, terutama pada jalur-jalur vital yang menghubungkan pusat-pusat mobilitas nasional.

Baca Juga: Diskon Nataru ASDP Efektif, Penyerapan Kuota Tembus 96 Persen

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika periode 25 hingga 31 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan yang dipengaruhi penguatan Monsun Asia serta aktivitas gangguan tropis di wilayah selatan Indonesia.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan, kecepatan angin, serta tinggi gelombang di sejumlah perairan strategis.

BMKG memprakirakan kecepatan angin di perairan Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali berada pada kisaran 14–16 knot, dengan hembusan angin (gust) yang dapat mencapai 25–30 knot.

Sementara itu, tinggi gelombang signifikan diperkirakan berada di rentang 1,2 hingga 1,6 meter, dengan potensi meningkat secara fluktuatif mengikuti dinamika atmosfer harian.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah kapal penyeberangan yang beroperasi di Selat Sunda dilaporkan mengalami tantangan navigasi akibat gelombang dan angin kencang. Di antaranya KMP Rishel milik PT Surya Timur Lines dan KMP Dorothy milik Damai Lintas Bahari pada Jumat (23/1).

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa cuaca ekstrem dapat berdampak pada stabilitas pelayaran dan pengamanan muatan, sehingga kewaspadaan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi hal yang krusial bagi seluruh operator dan pengguna jasa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.