Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WKP Panas Bumi, Termasuk Eks Wilayah PLN

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang tiga wilayah kerja panas bumi (WKP), salah satunya merupakan WKP yang sebelumnya dikelola PT PLN (Persero) dan izinnya telah dicabut oleh pemerintah.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa dua dari tiga WKP tersebut merupakan wilayah yang sempat direncanakan untuk dilelang pada tahun 2025.
"Ini berikutnya ada 2 lagi WKP ya. Karena tahun lalu harusnya akhir tahun bisa 3. Tetapi dokumennya kan banyak ini. Ternyata harus mundur ke ini lah Januari lah. Januari nanti lelang 2," kata Eniya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (9/1/2025).
Eniya menambahkan, satu WKP yang dilelang pada bulan ini merupakan WKP milik PT PLN (Persero) yang izinnya dicabut pertengahan tahun lalu, yaitu WKP Gunung Ungaran. "2 WKP, sama tambah satu lagi. Karena kemarin Pak Menteri minta itu nggak dikembalikan lagi ke PLN. Itu (WKP) Ungaran," tambahnya.
Baca Juga: Pengelolaan WKP Baturaden Diawasi Ketat, ESDM Bantah Isu Eksplorasi
Adapun, Kementerian ESDM membuka lelang 3 WKP baru pada pertengahan tahun 2025. Selain itu, Kementerian ESDM turut membuka lelang terbatas untuk 7 wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) panas bumi yang tersebar di sejumlah lokasi.
Tiga WKP yang dilelang meliputi WKP Telaga Ranu di Maluku Utara dengan potensi kapasitas listrik sekitar 40 megawatt (MW), WKP Songgoriti di Jawa Timur berkapasitas 40 MW, serta WKP Danau Ranau di Sumatra Selatan dengan potensi serupa sebesar 40 MW.
Sementara itu, tujuh wilayah PSPE panas bumi mencakup Bandar Baru dengan potensi daya berkisar 25–40 MW, Jenawi di Jawa Tengah yang memiliki potensi mencapai 86 MW, Gunung Tampomas di Jawa Barat dengan kapasitas sekitar 30 MW, serta Kadidia di Sulawesi Tengah dengan potensi 40 MW.
Wilayah PSPE lainnya berada di Cubadak dan Panti di Sumatra Barat dengan potensi masing-masing 40 MW, Cisurupan Kertasari di Jawa Barat dengan kapasitas sekitar 20 MW, serta Bittuang di Sulawesi Selatan yang diperkirakan memiliki potensi listrik sebesar 20 MW.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini





