PLN EPI dan BNI Perkuat Ekosistem Biomassa Lewat Transformasi Pengadaan dan Solusi Pembiayaan

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat peranannya sebagai subholding penyedia energi primer dengan melakukan transformasi pengadaan biomassa secara terintegrasi.
Upaya ini dibarengi dukungan dari perbankan, salah satunya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), yang menghadirkan skema pembiayaan end-to-end bagi mitra pemasok biomassa PLN EPI.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN EPI, Efin Febriantoro menjelaskan bahwa sebelumnya pengadaan biomassa dilakukan secara terpisah oleh masing masing entitas PLN Grup dan tidak terintegrasi.
Sejak 1 Januari 2023, PLN membentuk Subholding energi primer PLN EPI sebagai single point of procurement energi primer untuk kebutuhan PLN Grup.
“Konsolidasi pengadaan di PLN EPI juga menciptakan efisiensi dan value creation yang lebih besar, memberikan solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir bagi mitra dan pelanggan,” kata Efin, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga: Turunkan Emisi, PLN EPI Pacu Pemanfaatan Biomassa
Efin menyampaikan bahwa saat ini terdapat dua skema bisnis yang dijalankan PLN EPI. Pertama, product provider, dimana PLN EPI sebagai pembeli melakukan administrasi kontrak dengan mitra pemasok, termasuk negosiasi harga untuk pembelian biomassa.
Kedua, service provider, dimana PLN EPI bertindak sebagai kuasa PLN Grup, baik Indonesia Power (IP) maupun Nusantara Power (NP), untuk melakukan administrasi kontrak dan negosiasi harga dengan pemasok.
Adapun harga biomassa mengacu pada harga batu bara Free on Board (FOB) dengan indeks 1,2 FOB sesuai Peraturan Menteri ESDM No.12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa sebagai Campuran Bahan Bakar pada PLTU ditambah harga transportasi.
Sejalan dengan transformasi tersebut, BNI turut memberikan dukungan lewat solusi pembiayaan bagi mitra pemasok biomassa PLN.
General Manager Wholesale Transactions Product and Partnership BNI, I Gede Widya Anantayoga, mengatakan pembiayaan diberikan langsung melalui sistem yang sudah terkoneksi antara Bank, PLN, dan supplier.
“Jenis kreditnya adalah modal kerja. Skemanya bisa pre-financing saat kontrak diterima dari PLN EPI, sehingga mitra bisa memperoleh modal kerja lebih cepat. Kami juga bisa membiayai di depan dan mendiskontokan pembayaran di belakang, sehingga tercipta solusi pembiayaan yang end-to-end,” ujar Gede.
Menurutnya, limit pembiayaan bervariasi, mulai dari Rp1 miliar hingga triliunan rupiah, tergantung kebutuhan masing-masing mitra. Adapun syarat umum meliputi kontrak aktif dengan PLN EPI, tidak masuk daftar hitam nasional, kolektibilitas yang baik, izin usaha yang lengkap, dan laporan keuangan yang sesuai standar perbankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









