Akurat Logo

Wamen ESDM Sebut RI Bakal Tiru Langkah Sukses Vietnam Tekan Tarif Trump

Camelia Rosa | 4 Juli 2025, 14:45 WIB
Wamen ESDM Sebut RI Bakal Tiru Langkah Sukses Vietnam Tekan Tarif Trump

AKURAT.CO Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengungkapkan pemerintah Indonesia bakal melakukan langkah yang sama dengan Vietnam terkait negosiasi tarif resiprokal yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS). 

Awalnya, Yuliot menyebutkan bahwa terdapat beberapa negara yang sudah selesai melakukan negosiasi dengan AS, salah satunya Vietnam. Ia pun mengatakan bahwa Vietnam berhasil mendapatkan potongan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui negosiasi. 
 
Oleh karena itu, Indonesia akan melakukan langkah yang sama dengan yang dilakukan oleh Vietnam tersebut. 
 
"Seperti Vietnam, dia kan ditetapkan tarif untuk Amerika kan 46%, tapi berdasarkan negosiasi itu menjadi 20%. Jadi langkah yang sama juga akan dilakukan oleh Indonesia bagaimana trade balance (neraca perdagangan)," terangnya  ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/7/2025). 
 
 
Yuliot berharap, dengan negosiasi dan penawaran, tarif resiprokal yang dikenakan AS kepada Indonesia akan lebih rendah dari negara lain. "Jadi untuk tarif yang ditetapkan dari Amerika nanti ya justru ini kita jangan sampai lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain," imbuhnya. 
 
Untuk itu, Yuliot mengatakan bahwa Indonesia akan melakukan impor produk energi AS sesuai dengan komitmen dan hasil negosiasi antara kedua negara tersebut. Adapun tahun lalu, ia menyebutkan bahwa nilai impor energi Indonesia dari AS tercatat sekitar USD4,2 miliar. 
 
"Jadi untuk tahun ini ya sesuai dengan komitmen kita untuk trade balance antara Indonesia dengan Amerika, ini akan menyesuaikan dengan negosiasi," tukas Yuliot. 
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menargetkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bisa mencapai kesepakatan tarif impor lebih baik daripada Vietnam. 
 
"Kalau Vietnam 20-40 persen. Tentu kita berharap lebih baik dari itu," jelas Menko Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.