Ketimbang Impor LNG dari AS, Lebih Baik dari Timur Tengah, Lebih Murah
Camelia Rosa | 10 April 2025, 17:12 WIB

AKURAT.CO Rencana Presiden Prabowo Subianto meningkatkan impor produk liquefied petroleum gas (LPG) dan liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat (AS) tak efisien karena ongkos yang lebih mahal.
Menurut Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, tidak semua impor LPG dan LNG dapat dialihkan ke AS lantaran faktor biaya.
"Selain harga lebih mahal daripada harga di Timur Tengah, USA juga bukan penghasil LPG dan LNG dalam jumlah besar," jelasnya kepada Akurat.co, Kamis (10/4/2025).
Fahmy menambahkan, selain itu, Indonesia sendiri juga merupakan penghasil LNG dalam jumlah yang besar.
"Kalau masih harus impor dari USA, jumlahnya tidak begitu besar, sehingga biaya kirim yang menentukan harga jual menjadi lebih mahal," tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah Indonesia akan meningkatkan LPG dan LNG dari negera Paman Sam tersebut.
Dijelaskan Airlangga, langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk merespon kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif resiprokal atau tarif timbal balik sebesar 32% terhadap Indonesia.
Menurut Airlangga, hal ini telah dibicarakan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Arahan Pak Presiden (Prabowo), kita juga disiapkan untuk membeli LPG dan LNG, peningkatan dari Amerika," jelasnya dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Airlangga memastikan, peningkatan jumlh impor LPG dan LNG dari AS ini tidak akan menambah volume impor. Sehingga, tidak akan mengganggu APBN.
"Tetapi ini tidak menambah (volume) tetapi realokasi pembelian, switch, jadi tidak mengganggu APBN," lanjutnya.
Terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang fokus menghitung kemungkinan adanya peningkatan impor LPG dan minyak.
Sebab berdasarkan data BPS, surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai USD14-15 miliar.
"Maka kita diperintahkan oleh presiden untuk melihat potensi-potensi apa saja yang bisa kita beli barang dari Amerika. Nah ini dalam exercise kita lagi menghitung," ujar Bahlil ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Dikatakan Bahlil, impor LPG Indonesia dari AS sebesar 54% dan dalam perhitungan untuk menambah volume impor LPG. Penambahan ini tidak akan menyetop pasokan impor dari Singapura, Afrika dan Amerika Latin.
"(Impor) dari negara lain tidak disetop juga, volumenya yang mungkin dikurangi," imbuh Bahlil.
Bahlil pun menekankan bahwa, dalam perhitungan ulang impor LPG AS itu pihaknya juga akan menghitung nilai keekonomiannya.
"Termasuk dalamnya adalah keekonomian, contoh LPG belinya dari Amerika logikanya kan harusnya lebih mahal karena transportasinya, tapi buktinya harga LPG dari Amerika sama dengan dari Middle East," tuturnya.
"Jadi saya pikir semua ada cara untuk kita menghitung, dalam bisnis kan yang penting adalah produk yang diterima di negara kita adalah dengan harga yang kompetitif," urainya.
Sementara itu, mengenai penambahan impor produk LNG dari AS, Bahlil enggan berkomentar banyak.
"Enggak tahu ya (kalau impor LNG) tanya Menko kalau itu, yang mau saya tanggapi statement dari Kementerian ESDM, saya nggak mau menanggapi yang saya tidak tahu," tukas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









