Tak 'Manut' Pemerintah, SKK Migas Pilih Tak Impor LNG AS
Camelia Rosa | 10 April 2025, 16:38 WIB

AKURAT.CO Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan tidak akan melakukan impor gas alam cair atau Liquified Natural Gas dari Amerika Serikat.
Demikian diungkapkan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, seraya menuturkan bahwa saat ini kebutuhan domestik masih bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri.
"Sampai dengan saat ini kita kan belum impor ya. Kalau memang dibutuhkan nanti kita lihat sedang dievaluasi itu, sementara ini kita masih upayakan pemenuhan LNG itu dari dalam negeri," jelas Djoksis, sapaannya, dikutip Kamis (10/4/2025).
Djoko memastikan bahwa pemenuhan LNG dalam negeri untuk periode April hingga Mei 2025 juga sudah terpenuhi. "Kita kan belum pernah impor. Saat ini belum. Kan untuk April-Mei Alhamdulillah sudah bisa dipenuhi di dalam negeri," imbuhnya.
Tidak hanya pemenuhan dalam negeri, Djoko mengungkapkan bahwa Indonesia bahkan masih bisa melakukan ekspor melalui gas pipa dari Kepulauan Natuna ke Singapura namun akan dilakukan pengurangan volume.
Rencananya pengurangan kuota ekspor LNG ke Singapura akan dilakukan pada Juni mendatang sebesar 30 MMBTU atau sebanyak 3 kargo. "Kita akan memaksimalkan ekpor gas pipa dari Natuna, dari Sumatera kita kurangi yang ke Singapura untuk kebutuhan dalam negeri. Pemenuhan Singapur kita maksimalkan dari Natuna," tuturnya.
Sehingga, lanjut Djoksis, SKK Migas akan fokus meningkatkan impor bahan baku LPG dan produk BBM dari AS. "Dua komoditas ini kita upayakan maksimalkan dari AS," tukasnya.
Pernyataan Djoksis inipun berbeda dengan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengungkapkan pemerintah Indonesia akan meningkatkan impor produk liquefied petroleum gas (LPG) dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat (AS).
Padahal Airlangga menyebutkan, langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk merespon kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif resiprokal atau tarif timbal balik sebesar 32 persen terhadap Indonesia.
Airlangga bilang, hal inipun telah dibicarakan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Arahan Pak Presiden (Prabowo), kita juga disiapkan untuk membeli LPG dan LNG, peningkatan dari Amerika," jelasnya dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Airlangga memastikan, peningkatan jumlh impor LPG dan LNG dari AS ini tidak akan menambah volume impor. Sehingga, tidak akan mengganggu APBN. "Tetapi ini tidak menambah (volume) tetapi realokasi pembelian, switch, jadi tidak mengganggu APBN," jelas Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









