Cegah Prevalensi Merokok, Akvindo Minta Pemerintah Edukasi Soal Produk Tembakau Alternatif

AKURAT.CO Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) meminta pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk tembakau alternatif sebagai upaya menekan prevalensi merokok di Indonesia.
Menurut Ketua Akvinso, Paido Siahaan, pemerintah dapat memanfaatkan potensi produk tembakau alternatif dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan profil risiko produk tersebut, serta memberikan akses dan bertanggung jawab kepada perokok dewasa. "Potensi produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menekan prevalensi merokok di Indonesia," ujarnya melalui lansiran Antaranews, Rabu (31/7/2024).
Paido menilai produk yang telah terbukti secara kajian ilmiah, baik di dalam dan luar negeri, lebih rendah risiko ini hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa yang mencari alternatif untuk mengurangi kebiasaan merokok. "Manfaat yang diharapkan dari penggunaan produk ini termasuk pengurangan risiko dibandingkan terus merokok. Secara kajian ilmiah, hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif berupa uap, bukan asap seperti pada rokok yang mengandung banyak zat kimia berbahaya," katanya.
Baca Juga: Bea Cukai Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal Senilai Rp165 Miliar
Pemerintah Indonesia, tambahnya, dapat berkaca pada keberhasilan negara maju, seperti Jepang, dalam mendukung penuh kehadiran produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Dukungan yang diberikan pemerintah, menurut dia bisa melalui edukasi dan penyebaran informasi komprehensif tentang produk hasil inovasi ini kepada khalayak luas.
Sebelumnya dalam laporan bertajuk Cigarette sales halved: heated tobacco products and the Japanese experience, yang dipublikasikan oleh Global State of Tobacco Harm Reduction (GSTHR) pada Mei 2024 menyebutkan dukungan Pemerintah Jepang terhadap pemanfaatan produk tembakau alternatif yaitu produk tembakau yang dipanaskan, terbukti berhasil mengurangi konsumsi rokok yang ditunjukkan melalui penurunan penjualan sebesar 52%.
Penjualan rokok di Jepang mencapai 182,34 miliar batang pada 2015, kemudian pada 2023 menurun menjadi 88,1 miliar batang ketika produk tembakau alternatif tersedia lebih luas. Hal itu berkat dukungan Pemerintah Jepang terhadap keberadaan produk tembakau alternatif. Dukungannya diperkuat dengan kebijakan tarif cukai produk tembakau alternatif sebesar dua kali lebih rendah dibandingkan rokok dan tetap memperbolehkan penggunaan produk tembakau alternatif di ruangan khusus untuk aktivitas makan dan minum, seperti pada restoran.
Paido menyatakan agar penggunaan produk tembakau alternatif tepat sasaran, pemerintah perlu menegakkan aturan yang sudah ada yakni terkait peruntukan rokok/ produk alternatif tembakau bukan untuk anak di bawah usia 18 tahun. "Perlu ada upaya lebih lanjut untuk menegakkan regulasi yang ada," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








