Akurat Logo

Jokowi Minta Pemda Kembangkan 1 Produk Unggulan Pertanian: Penelitian Enggak Usah Banyak-banyak

Rizky Dewantara | 14 Juni 2024, 14:42 WIB
Jokowi Minta Pemda Kembangkan 1 Produk Unggulan Pertanian: Penelitian Enggak Usah Banyak-banyak

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah untuk memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan. Salah satunya dengan mengupgrate sistem pertanian menjadi Smart Agriculture.

"Terutama untuk (produk) unggulan-unggulan di daerah kita masing-masing. Melakukan penelitian enggak usah banyak-banyak, semua diteliti enggak usah. Yang menjadi unggulan satu saja diteliti, research, di daerah," kata Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan TPID Award, di Istana Negara, Jumat (14/6/2024).

Baca Juga: Mentan Minta Mahasiswa Ciptakan Inovasi dan Lapangan Kerja dalam Sektor Pertanian

Dia mengatakan, wilayah Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, yang setiap daerahnya memiliki keunggulan masing-masing. Untuk itu, dia meminta pemda agar tidak terlalu banyak riset. Cukup menentukan satu produk unggulan, lalu dikembangkan dan dijadikan percontohan.

"Research, buat percontohan, berhasil, copy, replikasi. Tugas kita itu," imbuhnya.

Tak hanya itu, dia juga meminta pemda untuk mengundang investasi di daerahnya, untuk membangun industri pengolahan. Sehingga, nilai tambah dari setiap produksi dari pertanian dan perkebunan di Indonesia menjadi berlipat.

Dia juga ingin pemda mengikuti strategi China dalam membangun sistem distribusi terintegrasi. Dia meyakini, jika koordinasi pemerintah pusat dan daerah bisa berjalan, maka sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia bisa maju.

"Apa yang sudah kita capai, harus terus kita perbaiki sehingga inflasi bisa kita jaga, dan produktivitas di pertanian dan perkebunan bisa kita jaga dengan baik," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.