AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memaksimalkan penyerapan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Lampulo, Aceh yang saat ini dalam kondisi melimpah.
Unit Pengolahan Ikan (UPI) di luar Aceh dan industri pengolahan tepung ikan pun diminta aktif dalam menyerap hasil tangkapan nelayan.
Sementara sebagian besar armada kapal tangkap di Kota Banda Aceh yang berukuran 30-100GT belum memiliki penyimpanan dingin (Frozen on Board).
Baca Juga: KKP Tawarkan Hilirisasi Perikanan di IABF 2024
Minimnya sarana dan prasarana rantai dingin di kapal tersebut merupakan salah satu penyebab menurunnya mutu ikan karena waktu melaut cukup lama dan nelayan hanya mengandalkan pasokan es untuk mengawetkan hasil tangkapan, sehingga ditemukan ikan tidak dapat dijual karena mutunya yang sudah turun.
Untuk itu, upaya peningkatan kapasitas penyimpanan dingin di kapal bagi yang melakukan penangkapan relatif lama menjadi penting dalam mempertahankan kualitas ikan sejak ditangkap.
Kendala pendanaan yang mungkin dihadapi dalam melengkapi sarana dan prasarana tersebut perlu didukung melalui fasilitasi kemudahan pembiayaan syariah sesuai qanun.
Di sisi lain, berdasarkan hasil pantauan tim lapangan Ditjen PDSPKP terdapat tujuh unit Gudang Beku (Cold Storage) di Kota Banda Aceh dengan total kapasitas sebesar 1.630 ton yang saat ini tingkat keterisian hampir mencapai 100%.
Oleh karena itu, selain menggandeng Unit Pengolahan Ikan (UPI) pembekuan dari luar kota Banda Aceh, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) juga mendorong produsen tepung ikan ikut menyerap ikan yang tak layak konsumsi.
"Alhamdulillah salah satu UPI, yakni PT. Triguna Lestari Sejahtera dari Jakarta telah melakukan pembelian awal sebanyak 500 ton per Minggu, 5 Mei 2024," ujar Dirjen PDSPKP, Budi Sulistiyo dikutip Rabu (8/5/2024).
Selain itu, Ditjen PDSPKP telah menjalin komunikasi dengan Unit Pengolahan Tepung Ikan diluar Kota Banda Aceh, seperti PT. Toba Surimi Indonesia, PT. Asahi, dan CV. Horizon dari Sibolga.
"Ini kita kawal terus, karena kita percaya semua bagian ikan bisa diolah, termasuk ikan tak layak konsumsi, bisa jadi bahan tepung ikan atau pakan," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Budi menegaskan jajarannya terus memantau perkembangan di Pelabuhan Lampulo sekaligus terus berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Berdasarkan informasi terkini tidak lagi terpantau adanya penumpukan ikan ataupun ikan yang terbuang, karena Syahbandar telah melakukan pengaturan penangkapan ikan sehingga pendaratannya tidak bersamaan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membeberkan sejumlah potensi bagus bagi para pengusaha dan investor serta perwakilan dubes asing untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.
Menurut Trenggono, Indonesia memiliki sejumlah potensi menggiurkan di sektor kelautan dan perikanan, untuk itu kebijakan pengaturan penangkapan ikan secara efisien menjadi landasan penting dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di negara ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









