Akurat Logo

KESDM: Indonesia Harus Cari Keseimbangan Kebutuhan Energi Untuk Atasi Perubahan Iklim

Aris Rismawan | 14 November 2023, 18:05 WIB
KESDM: Indonesia Harus Cari Keseimbangan Kebutuhan Energi Untuk Atasi Perubahan Iklim

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melaporkan bahwa Indonesia harus menemukan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan mengurangi emisi untuk mengatasi perubahan iklim global.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan KESDM, Jisman P. Hutajulu yang mewakili Menteri ESDM Arifin Tasrif di Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023, Tangerang Selasa 14 November 2023.

“Indonesia seperti banyak negara lainnya, harus menemukan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional dan sekaligus mengurangi emisi untuk mengatasi perubahan iklim global. Menuju pada target Nationally Determined Contributions (NDC) pada tahun 2030 dan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” kata Jisman di Tangerang, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga: Jurus Pertamina Capai Target NZE Lewat Green Refinery

Jisman juga menjelaskan bahwa, kebutuhan ketenagalistrik pada tahun 2024 sampai dengan 2060 diperkirakan akan tumbuh di kisaran 3,6-4,2% per tahunnya.

“Kebutuhan ketenagalistrik tersebut, akan menentukan besaran kebutuhan gambaran pembangkit dan infrastruktur ketenagalistrik lainnya, serta besaran emisi CO2,” ucap Jisman.

Jisman menambahkan bahwa untuk mencapai target NZE tersebut, pemerintah telah menetapkan beberapa program pengembangan energi terbarukan sebagai strategi jangka panjang ketenagalistrikan yang tercantum dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

“Ini sejalan dengan RUPTL (Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik) yang dilakukan oleh PT PLN. Sudah hampir finish ini RUKN, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ditetapkan dan sudah ada pembahasan RUPTL,” ungkap Jisman.

Sementara di dalam RUKN tersebut ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dikembangkan secara masif pada 2030 diikuti dengan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pada 2037.

Sebagai tambahan, PLTS lebih banyak dikembangkan karena biaya modalnya lebih rendah dengan memanfaatkan bendungan waduk PLTA dengan konsep PLTS terapung sebagai solusi keterbatasan lahan daratan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.