INDEF: Pasca-pandemi Covid-19, Sektor Industri Masih ‘Loyo’

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan, Indonesia masih mengalami penurunan signifikan pada sektor industri selama pandemi dan setelah pandemi covid-19.
Hal Ini disampaikan oleh Direktur Riset INDEF, Berly Martawardaya dalam keterangan persnya, dikutip Rabu (9/8/2023).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik bruto (PDB) Indonesia mengalami penurunan menjadi 18,25 persen pada kuartal II-2023.
“Dan dari data terakhir, baru rilis kemarin di BPS sebesar 18,25 persen, jadi semakin turun,” kata Berly.
Sementara, Berly menjelaskan, sektor industri sangat penting karena dapat menyerap Tenaga Kerja (TK) mulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang pendidikan lainnya agar mendapatkan income dengan minimal Upah Minimum Regional (UMR) dan mendapatkan jaminan kehidupan seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Berly menilai, Indonesia masih tertinggal dan tergolong lambat dari beberapa negara lain seperti China 27,7 persen, Thailand 27 persen, dan Malaysia 23,5 persen yang berhasil rebound dengan cepat pada sektor industri manufaktur.
Di Asia Timur perkembangan sektor industri manufaktur, khususnya yang berorientasi ekspor, mampu meningkatkan pendapatan serta menekan kesenjangan.
Oleh karena itu, Berly menilai jika sektor industri manufaktur terus mengalami penurunan, maka akan menyulitkan Indonesia untuk keluar dari negara middle income trap.
“Jika kita lihat dari Asia Timur, kunci dari menaiknya pendapatan dan mengurangi kesenjangan adalah peran dari industri manufaktur yang khususnya ekspor oriented. Jadi kalau kita mengalami atau terus seperti ini di industrialisasi maka semakin sulit untuk keluar dari middle income trap atau jebakan kelas menengah,” ucap Berly.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




