Ekspor Furnitur Kuartal I-2023 Tembus Rp7 Triliun

AKURAT.CO Ekspor furnitur mencapai USD501 juta setara Rp7,4 triliun (asumsi kurs Rp14.746 perdolar AS) di kuartal I-2023.
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan ekspansi produk ekspor furnitur yang merupakan subsektor dari kayu tersebut sejalan dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang mecapai level ekspansi sebesar 51,38 di April 2023.
Demi menjaga kinerja ekspor, pihaknya terus mengupayakan perluasan pasar misalnya lewat pameran berskala internasional IFFINA-Indonesia Mebel & Design Expo 2023 yang akan digelar di ICE BSD City pada 14-17 September 2023.
“Nantinya, pameran ini menjadi showcase bagi enam kategori utama, yaitu furniture, craft, project design, homeware, home fabric, serta decorative & gift. Pameran tersebut akan diikuti oleh sekitar 400 perusahaan dan ditargetkan dapat menarik 10.000 pengunjung,” ujar Putu dikutip Rabu (10/5/2023).
Menurut Putu, penyelenggaraan pameran seperti IFFINA turut membantu para pelaku industri furnitur untuk mendapatkan peluang-peluang baru dan berekspansi ke pasar-pasar potensial di manca negara.
Kemenperin sendiri telah menggulirkan beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri furnitur, antara lain fasilitasi Pusat Logistik Bahan Baku sebagai upaya perbaikan rantai pasok bahan baku industri furnitur, pendirian Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal untuk mencetak SDM terbaik di industri furnitur, program restrukturisasi mesin/peralatan industri pengolahan kayu, dan pemberdayaan IKM melalui sentra-sentra IKM.
Selain itu, Kemenperin juga melaksanakan kebijakan program pengembangan desain, insentif perpajakan, penerapan SNI dan SKKNI, serta Link and Match IKM untuk platform SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah.
Insentif Industri Furnitur
Berbagai insentif yang diberikan mengingat besarnya peran industri furnitur terhadap perekonomian nasional. Sebagai salah satu subsektor industri agro, industri ini memberikan kontribusi sebesar 1,30% terhadap PDB non-migas dan menyubang ekspor senilai USD2,47 miliar pada tahun 2022.
Tercatat, ekspornya mencapai USD2,5 miliar pada 2021, naik 33% dari posisi tahun 2020 sebesar USD1,9 miliar. Tahun ini ekspor di perkirakan mencapai USD4 miliar.
Sebelumnya Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur lewat pameran seperti IFFINA, penjualan on the spot selama pameran bisa mencapai sebesar USD250 juta serta transaksi follow up atau transaksi usai pameran berlangsung sebesar USD750 juta.
Ini setara dengan 30-40% dari total tahun ini. Sehingga total USD 1 miliar bisa mendukung target pertumbuhan ekspor yang sebesar USD 5 miliar sampai akhir tahun 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





