Lawan Stunting, KKP dan Forikan Perkuat Kampanye Gemarikan

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkolaborasi dengan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dalam menggencarkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai daerah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menurunkan angka stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat.
"Mari bergerak bersama dan bersinergi dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan nasional demi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas," ujar , Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Utama pada Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/8/2022).
Artati memaparkan penurunan angka stunting dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Dimulai dari 27,6 persen di tahun 2019 menjadi 26,9 persen di tahun 2020 serta 24,4 persen pada tahun 2021.
Sejalan dengan hal tersebut, angka konsumsi ikan (AKI) nasional cenderung meningkat, dimulai dari 2019 sebesar 50,50, lalu 2020 menjadi 50,56 serta 55,37 di tahun 2021.
"Artinya ikan banyak mengandung gizi terutama protein dan asam lemak omega 3 yang baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan," urai Artati.
Sementara Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana menyebut peningkatan konsumsi ikan juga akan berdampak pada perekonomian. Terlebih jika yang dikonsumsi adalah produk olahan UMKM perikanan.
KKP, kata Erwin, juga terus mengampanyekan gerakan nasional #BanggaBuatanIndonesia seperti yang dilakukan di Kalimantan Selatan, pertengahan Juli lalu.
"Peningkatan konsumsi ikan juga selaras dengan semangat HUT ke77 RI, agar kita mampu pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat," sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Forikan Pusat, Djoko Maryono memastikan Forikan tengah menyusun peta permasalahan terkait peningkatan konsumsi ikan secara nasional.
Menurutnya, ikan mengandung banyak gizi yang berguna bagi tubuh seperti Omega-3,6,9 untuk membantu perkembangan otak, mata, syaraf. Kemudian protein, zat pembangun, lebih mudah dicerna, mengandung asam amino terlengkap.
Tak hanya itu, ada juga vitamin A, B6, B12, D sebagai antioksidan, sehat untuk mata, meningkatkan metabolisme protein dan lemak, serta mineral untuk membantu pembentukan sel darah merah, mencegah gondok, dan lain sebagainya.
Dikatakannya, Forikan membagi tiga bobot masalah mulai dari rendah, sedang hingga tinggi. "Ini yang kita bahas di Rakornas Forikan kali ini sekaligus merumuskan rekomendasi solusi bagi daerah yang menghadapi persoalan," kata Djoko.
Djoko pun mencontohkan permasalahan berbobot sedang yang dihadapi di sejumlah daerah seperti anggapan mengolah ikan sebagai pekerjaan yang merepotkan. Hal ini dia jumpai di Jambi, Banten, Jabar dan sejumlah daerah lainnya.
"Ketika menjumpai hal seperti ini, mungkin bisa gencarkan sisi edukasi cara menangani ikan yang baik dan dari sisi pemerintah agar mengembangkan ragam pengolahan yang mudah dan bernilai tambah," tuturnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok




