Toshiba Gandeng PLN Bangun Sistem Energi Berbasis Hidrogen

AKURAT.CO Toshiba belum lama ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) dalam upaya membangun sistem energi tanpa CO2 yang berbasis hidrogen untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil Indonesia.
Kesepahaman itu utamanya untuk percepatan implementasi sistem pasokan energi berbasis hidrogen mandiri, H2One™, di Indonesia, kata Toshiba dalam pernyataan resminya, Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu (13/10/2019).
Seremoni penandatanganan diadakan di Forum Energi Indonesia-Jepang ke-6, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI).
Berdasarkan MoU ini, Toshiba ESS dan PLN akan mengevaluasi teknologi dan kebijakan yang diperlukan untuk implementasi lebih jauh dari sistem komersial H2One ™ di kepulauan Indonesia pada tahun 2023.
H2One™ adalah sistem terintegrasi yang menggunakan sumber energi terbarukan dalam mengelektrolisis hidrogen dari air, menyimpan dan menggunakan hidrogen dalam sel bahan bakar untuk tersedianya pengiriman listrik bebas CO2 yang stabil, ramah lingkungan dan air panas.
Salah satu aplikasi H2One™ adalah solusi luar-jaringan (off-grid) yang dapat membantu mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan.
Sesuai Rencana Bisnis Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), Indonesia akan meningkatkan rasio kapasitas fasilitas energi terbarukan negara ini dari 12,52 persen pada 2017 menjadi 23 persen pada 2025.
Terlebih lagi, di Indonesia, banyak masyarakat tinggal di pulau-pulau terpencil, sehingga diperlukan sumber daya listrik yang stabil dan ekonomis di setiap pulau.
Kesepakatan dengan PLN itu juga merupakan tindak lanjut dari MoU Toshiba ESS dan BPPT untuk survei bagi percepatan implementasi H2One™ pada Agustus 2018 dan telah dilakukan survei bersama.
Di sisi lain, Toshiba ESS memvalidasi kemampuan adaptasi H2One™ di Indonesia dalam penawaran umum bisnis oleh METI.
Pengembangan dan survei dari proyek H2One™ yang diadopsi, suatu sistem pasokan energi berbasis hidrogen otonom, dipercayakan oleh Toshiba ESS pada September 2018.
Toshiba ESS kemudian mengidentifikasi area-area di mana H2One™ dapat diimplementasikan pada Februari 2019 dan sekarang sedang bekerja untuk implementasi dari sistem yang akan didemonstrasikan.
"Kami akan mempercepat implementasi sistem komersial di Indonesia, dengan mempertimbangkan peraturan dan aturan jaringan listrik Indonesia dan sistem listrik yang interkoneksi," kata GM Divisi Bisnis Energi Hidrogen Toshiba ESS Yoshihisa Sanagi.
Toshiba ESS akan memperluas teknologi dan produk energi berbasis hidrogen, termasuk H2One™, ke pasar global, dan akan berkontribusi pada perwujudan masyarakat energi berbasis hidrogen. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit


