Akurat Logo

Ikan Patin Indonesia Kebanjiran Permintaan Mancanegara

Khaerul S | 20 April 2018, 21:54 WIB
Ikan Patin Indonesia Kebanjiran Permintaan Mancanegara

AKURAT.CO, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Heru Tjahjono mengatakan, Pemprov Jatim saat ini tengah berusaha meningkatkan produksi ikan patin karena potensi permintaan pasar yang lumayan besar. Untuk kualitas, tak kalah dengan ikan Dori yang biasa disajikan di restoran.

Bahkan Heru menyebut Ikan Patin akan menjadi menu makanan bagi jamaah haji dan umroh dari Indonesia. Mengingat kualitas ikan patin sangat bagus hingga diminati untuk diekspor ke Eropa.

"Ikan patin saat ini banjir permintaan. Karena ini ikan lokal yang sama dengan ikan dori," ujar Heru, ketika jumpa pers di kantornya, Jumat (20/4/2018).

Pada 2017 produksi ikan patin yang dihasilkan telah melebihi target. Dari 6.180 ton, realisasinya mencapai 7.563 ton. Sementara selisihnya 154 ton diekspor dengan tujuan negara Eropa.

"Kebetulan Vietnam di banned, sehingga kita bisa masuk ke Eropa," tegasnya.

Ikan patin yang diekspor ini, lanjutnya, sudah melewati pengujian standard kelayakan pengolahan dan telah melalui kualiti kontrol. Begitu juga dengan pengepakannya, ikan patin ini di fillet.

Pemprov pun mendorong dengan memberikan bantuan dan penambahan kapasitas serta lahan baru usaha fillet patin. Dengan begitu, Heru menargetkan produksinya bisa mencapai 10 ribu ton tahun 2018.

"Ini merupakan program hulu hilir pak gubernur. Mulai dari perhatian pada pembudidaya, sampai ke packagingnya. Yakni dengan fillet patin," urainya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara ini, masih menurut Heru, ada beberapa wilayah di Jatim sudah mulai produksi patin. Dari 38 kabupaten/kota terbanyak masih dari Tulungagung. Produksi di kabupaten ini bisa memenuhi kebutuhan 50 ton perhari.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas ikan dengan cara memberikan penyuluhan terhadap cara budidaya yang baik," bebernya.

Selain ikan patin yang lagi difokuskan juga adalah ikan lele. Kandungan nutrisi ikan ini sangat dianjurkan bagi pertumbuhan anak. Hanya saja tinggal sekarang mengubah persepsi kotor pada ikan lele.

"Ikan lele di Jatim itu masuk yang terbaik. Setelah melewati verifikasi. Tinggal sekarang persepsinya yang diubah. Kami lakukan visible terus terhadap para pembudidaya," tandasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A