Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Rampung Kuartal-I 2026

AKURAT.CO BPI Danantara memastikan pembahasan terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis proses tersebut dapat segera dituntaskan. “Sedang didiskusikan dengan Kementerian Keuangan. Insyaallah mudah-mudahan sudah selesai,” kata Dony di Wisma Danantara dikutip, Sabtu (14/2/2026).
Terkait rencana pertemuan dengan pihak China, Dony mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari Menteri Koordinator Perekonomian. Meski begitu, Donny menargetkan penyelesaian pembahasan dapat rampung pada kuartal-I tahun 2026. “Nanti kita tunggu Pak Menko Tapi enggak usah khawatir kuartal 1 selesai,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Ambil Alih Utang Whoosh, Ketua DPD: The Real Leader
Dony menilai tidak ada alasan untuk mencemaskan kondisi proyek tersebut. Menurut dia, secara operasional Whoosh saat ini mampu bertahan (sustain) dan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama terletak pada struktur investasi awal yang dinilai relatif kecil dibandingkan kebutuhan pembiayaan pembangunan. Kondisi tersebut menyebabkan porsi utang menjadi lebih besar saat proyek dibangun.
“Sebenarnya kan sudah selesai, bahwa proses itu akan diselesaikan, memberikan dampak ekonomi secara operasional mereka mampu untuk sustain. Masalahnya kan hanya di investasi kita yang kekecilan. Sehingga hutangnya menjadi besar waktu pembangunan,” tutur Dony.
Adapun, pihak istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebut utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Iya (utang Whoosh pakai APBN)," ujarnya di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Istana Kepresidenan, kata Prasetyo, telah mendapat laporan bahwa proses pembayaran utang Whoosh masih dalam proses pembicaraan teknis.
"Belum (final), kemarin laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan (Roeslani) sebagai CEO Danantara," tambah Prasetyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








