KAI Matangkan Operasional, Stasiun Jatake Siap Layani Penumpang Akhir Januari 2026
Dedi Hidayat | 22 Januari 2026, 15:46 WIB

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan kesiapan operasional Stasiun Jatake yang dijadwalkan mulai melayani penumpang akhir Januari 2026.
Berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, stasiun Jatake berada di lintas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, koridor utama pergerakan harian masyarakat antara wilayah penyangga dan pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Berdasarkan data BPS Januari 2026 Kabupaten Tangerang, wilayah ini dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82% penduduk berada pada usia produktif (15–59 tahun).
Komposisi demografi tersebut membentuk pola mobilitas harian yang tinggi, khususnya bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.
Berdasarkan data BPS Januari 2026 Kabupaten Tangerang, wilayah ini dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82% penduduk berada pada usia produktif (15–59 tahun).
Komposisi demografi tersebut membentuk pola mobilitas harian yang tinggi, khususnya bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.
Baca Juga: Sempat Terdampak Banjir, KAI: Sejumlah Jalur Bisa Dilalui dengan Pembatasan Kecepatan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan transportasi massal berkorelasi erat dengan karakter demografi dan struktur aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang.
“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” kata Anne dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan grosir nasional memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah penyangga. Pedagang, pekerja sektor perdagangan, serta pelaku UMKM dari Kabupaten Tangerang melakukan perjalanan rutin menuju kawasan tersebut.
Kehadiran Stasiun Jatake memperpendek akses dari kantong-kantong permukiman dan kegiatan di Pagedangan dan sekitarnya, sehingga mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan produktivitas ekonomi harian.
Bagi pekerja formal, Stasiun Jatake memperkuat pilihan tinggal di kawasan hunian penyangga yang lebih terjangkau dibandingkan pusat kota Jakarta, tanpa mengorbankan kepastian perjalanan.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, namun juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.
Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun mulai beroperasi.
“Stasiun Jatake memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Anne.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan transportasi massal berkorelasi erat dengan karakter demografi dan struktur aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang.
“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” kata Anne dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan grosir nasional memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah penyangga. Pedagang, pekerja sektor perdagangan, serta pelaku UMKM dari Kabupaten Tangerang melakukan perjalanan rutin menuju kawasan tersebut.
Kehadiran Stasiun Jatake memperpendek akses dari kantong-kantong permukiman dan kegiatan di Pagedangan dan sekitarnya, sehingga mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan produktivitas ekonomi harian.
Bagi pekerja formal, Stasiun Jatake memperkuat pilihan tinggal di kawasan hunian penyangga yang lebih terjangkau dibandingkan pusat kota Jakarta, tanpa mengorbankan kepastian perjalanan.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, namun juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.
Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun mulai beroperasi.
“Stasiun Jatake memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun








