KAI Catat 456 Juta Pelanggan hingga November 2025, Tumbuh 8,2 Persen

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif sepanjang Januari–November 2025 dengan total 456.439.875 pelanggan, meningkat 8,2% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 421.813.515 pelanggan.
Pertumbuhan ini menegaskan peran KAI Group sebagai penyedia layanan mobilitas yang aman, nyaman, dan semakin terintegrasi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan kepercayaan publik yang terus menguat.
“Peningkatan ini menggambarkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas harian, perjalanan antarkota, hingga wisata. Integrasi moda yang semakin kuat juga membuat perjalanan pelanggan lebih mudah dan efisien,” kata Anne dalam keterangannya dikutip, Sabtu (13/12/2025).
Layanan yang dikelola KAI Wisata mencatat peningkatan tertinggi dengan 212.912 pelanggan, naik 60,44% dibanding tahun sebelumnya. Kereta Panoramic, Kereta Wisata, dan Luxury semakin diminati karena menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan, di mana pelanggan dapat menikmati panorama keindahan alam sepanjang rute.
Baca Juga: KAI Operasikan Kereta Tambahan untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru 2026
Layanan LRT Jabodebek tumbuh 38,23% dengan 26.113.546 pelanggan. Integrasi langsung dengan Commuter Line di simpul Dukuh Atas dan Cikoko mempermudah perpindahan menuju Stasiun Sudirman serta mempercepat mobilitas dari timur Jakarta ke pusat bisnis.
Pertumbuhan layanan juga tercermin pada KAI Bandara yang melayani 6.362.866 pelanggan atau naik 22,72% dan kereta Makassar–Parepare yang mencatat 285.458 pelanggan atau naik 11,41%. Sementara itu, KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI mencapai 50.152.625 pelanggan, meningkat 7,10% dibanding tahun lalu.
Pada layanan harian masyarakat urban, KAI Commuter tetap menjadi moda andalan masyarakat dengan 363.541.196 pelanggan, naik 6,56%. LRT Sumsel juga tumbuh 6,90% dan melayani 4.182.326 pelanggan. Untuk layanan Whoosh yang dikelola KCIC mencatat 5.588.946 pelanggan, naik 2,90%.
Anne menegaskan bahwa integrasi antarmoda menjadi kunci pertumbuhan tersebut. Selain koneksi LRT–Commuter Line, layanan KAI Group telah terhubung dengan berbagai moda lain seperti MRT Jakarta di kawasan Dukuh Atas.
Integrasi Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta di Manggarai dan BNI City, serta konektivitas KA Jarak Jauh dengan Commuter Line di Pasar Senen, Jatinegara, dan Bekasi, memperluas kemudahan mobilitas pelanggan.
“Integrasi ini memperkuat aktivitas ekonomi, mempercepat arus mobilitas pekerja dan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan wisata di berbagai wilayah. KAI Group berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin terhubung dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








