JMFW 2026 Bukukan Transaksi USD19,51 Juta, Hampir Dua Kali Target
Hefriday | 10 November 2025, 08:07 WIB

AKURAT.CO Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mencatat kinerja gemilang. Hingga Minggu (9/11/2025), nilai transaksi gelaran ini mencapai USD19,51 juta, jauh melampaui target awal sebesar USD10 juta.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan capaian tersebut saat menutup rangkaian acara JMFW 2026 di Jakarta, Minggu Malam (9/11/2025). Busan menyebut realisasi transaksi tahun ini mencerminkan semakin kuatnya ekosistem fesyen muslim di Indonesia.
“Total transaksi hingga 9 November tercatat sebesar USD19,51 juta. Capaian JMFW kali ini cukup bagus dan menunjukkan antusiasme pasar yang terus meningkat," ujar Busan.
Selain mencatat transaksi signifikan, jumlah pengunjung juga menunjukkan tren positif. Data Kementerian Perdagangan mencatat 11.459 pengunjung hadir selama penyelenggaraan yang berlangsung sejak 6 November. Adapun jumlah peserta pameran atau exhibitor mencapai 242 brand.
JMFW 2026 juga menarik perhatian pembeli internasional. Sejumlah buyer dari Malaysia, Perancis, Italia, Singapura, Uni Emirat Arab, Jepang, hingga Sudan hadir untuk menjajaki peluang bisnis dengan pelaku industri fesyen muslim dalam negeri.
Kinerja tahun ini melanjutkan pencapaian tinggi JMFW 2025. Pada gelaran sebelumnya, nilai transaksi menembus USD20,4 juta, jauh di atas target yang hanya USD3 juta.
Kementerian Perdagangan menargetkan keberhasilan serupa di tahun 2026, dengan fokus memperluas pasar ekspor fesyen muslim Indonesia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa tren peningkatan tersebut menandakan tingginya permintaan global terhadap produk fesyen muslim dari Indonesia.
Tahun ini, JMFW mengusung tema “Essential Lab”, sebuah konsep yang menonjolkan laboratorium ide kreatif dan inovatif. Tema tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi tren fesyen muslim yang akan berkembang pada tahun mendatang.
Rangkaian JMFW 2026 dimulai dengan sejumlah pre-event, seperti seminar, sesi co-branding, serta pitching antara pelaku industri fesyen muslim dan pembeli internasional. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap proses business matching dapat berlangsung lebih efektif saat puncak acara.
Budi Santoso optimistis gelaran tahun ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia. Dirinya menilai JMFW bukan hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga platform strategis untuk memperkuat rantai pasok dan kreativitas pelaku industri.
“JMFW menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekosistem fesyen domestik, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas,” kata Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









