INPEX Rampungkan Studi CCS Masela, Proyek Abadi Siap Masuk Tahap FEED

AKURAT.CO INPEX Masela, Ltd. (INPEX) dan SKK Migas bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) telah merampungkan serangkaian studi teknis terkait Carbon Capture Storage (CCS) di Proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela.
Studi ini merupakan komitmen Proyek Abadi menuju Net Zero Emission serta upaya peningkatan daya saing proyek (project competitiveness) di tingkat global.
Komponen CCS dirancang untuk menangkap dan menyimpan CO2 dari hasil produksi gas sehingga mendukung target dekarbonisasi sektor energi nasional.
Baca Juga: SKK Migas: BP Plc Minati WK Migas yang Dilelang Kementerian ESDM
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana mengatakan studi ini merupakan salah satu tahap krusial dalam memastikan rancangan teknis yang selaras dengan aspek lingkungan serta memberikan dukungan terhadap tahapan proyek selanjutnya.
“Studi ini menjadi dasar penting dalam merancang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang sesuai dengan kondisi geologi wilayah Maluku,” kata Taufan dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025) malam.
Lebih lanjut, Taufan menambahkan dengan selesainya studi bersama ini, INPEX telah mengimplementasikan teknologi CCS dari sisi subsurface (bawah permukaan) dan melanjutkan proyek ke tahap Front End Engineering Design (FEED).
Sementara itu, Executive Project Director INPEX Masela, Ltd, Jarrad Blinco, menegaskan studi ini penting dalam perjalanan proyek LNG Abadi menuju realisasi, sekaligus bukti komitmen INPEX mendukung target nasional untuk transisi menuju energi bersih.
”Proyek ini proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan mendorong upaya dekarbonisasi Indonesia sambil tetap menyediakan energi bagi negara.” ujar Jarrad Blinco.
Studi CCS ini sudah dimulai sejak tahun 2022 melalui kolaborasi dengan ITB untuk memberikan tinjauan subsurface yang komprehensif terkait kesiapan CCS dan mengestimasi kapasitas penyimpanan CO₂.
Baca Juga: SKK Migas Targetkan FEED Blok Masela Rampung Tiga Bulan
Studi lanjutan pada tahun 2024 dan 2025 yang meliputi analisis laboratorium, pemodelan 3D geomekanika, serta simulasi 4D coupled flow-geomechanics untuk memahami resiko dan ketidakpastian terkait containment dan perilaku plume CO₂ yand diinjeksikan.
Peneliti LAPI ITB, Prof. Ir Benyamin Sapiie, Ph.D Mengatakan hasil studi CCS ini sangat bermanfaat untuk Inpex dan untuk pemerintah karena dapat mengetahui keekonomian dari sebuah wilayah operasi.
Keberhasilan studi ini menandai langkah penting menuju pelaksanaan penuh proyek Abadi Masela, yang direncanakan akan berproduksi pada tahun 2030, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mendukung transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon dari sektor hulu migas.
Volume produksi LNG tahunan dari proyek Abadi diperkirakan mencapai 9,5 juta ton, setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang. Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










