Kurangi Ketergantungan LPG Subsidi, PTBA Siapkan Briket Batu Bara Modern dan Ramah Lingkungan
Dedi Hidayat | 21 Oktober 2025, 22:07 WIB

AKURAT.CO PT Bukit Asam (PTBA) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali (reaktivasi) produksi briket batu bara. Produk ini diharapkan menjadi alternatif bahan bakar bersih dan efisien pengganti LPG 3 kilogram bersubsidi.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, mengatakan bahwa briket batu bara pernah dikembangkan di masa lalu, namun kalah bersaing dengan LPG yang mendapat subsidi besar dari pemerintah.
Kini, dengan perkembangan teknologi yang membuat briket semakin bersih dan efisien, PTBA siap menghidupkannya kembali.
“Briket hari ini sudah bagus, kompornya sudah cantik, sudah tidak ada asapnya lagi sulfurnya sudah bisa kita bahasanya agak teknis, decarbonize, sehingga lebih bersih,” kata Turino agenda Hipmi Danantara, dikutip Selasa (21/10/2025).
Kini, dengan perkembangan teknologi yang membuat briket semakin bersih dan efisien, PTBA siap menghidupkannya kembali.
“Briket hari ini sudah bagus, kompornya sudah cantik, sudah tidak ada asapnya lagi sulfurnya sudah bisa kita bahasanya agak teknis, decarbonize, sehingga lebih bersih,” kata Turino agenda Hipmi Danantara, dikutip Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: PTBA Catat Kinerja Cemerlang, Produksi Batu Bara Tembus 35,9 Juta Ton
Turini menjelaskan saat ini teknologi briket modern telah mencapai standar tinggi dan ramah lingkungan. Selain lebih bersih, harga briket juga sangat kompetitif jika dibandingkan dengan LPG subsidi.
Turino menilai, jika kelak kebijakan subsidi LPG mulai dikurangi, briket dapat menjadi alternatif energi domestik yang ekonomis dan berkelanjutan, terutama untuk sektor-sektor yang membutuhkan pembakaran dalam durasi panjang.
“Saya kira briket bisa jadi alternatif tentu untuk industri-industri yang masaknya agak lama pak, catering, atau mungkin peternakan ayam,” ujarnya.
Turino menambahkan, penggunaan briket juga bisa digunakan oleh rumah produksi makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG).
“Misalnya untuk MBG, itu sangat bisa karena nyala dari jam satu malam sampai pagi, dan lebih murah,” tambahnya.
Turini menjelaskan saat ini teknologi briket modern telah mencapai standar tinggi dan ramah lingkungan. Selain lebih bersih, harga briket juga sangat kompetitif jika dibandingkan dengan LPG subsidi.
Turino menilai, jika kelak kebijakan subsidi LPG mulai dikurangi, briket dapat menjadi alternatif energi domestik yang ekonomis dan berkelanjutan, terutama untuk sektor-sektor yang membutuhkan pembakaran dalam durasi panjang.
“Saya kira briket bisa jadi alternatif tentu untuk industri-industri yang masaknya agak lama pak, catering, atau mungkin peternakan ayam,” ujarnya.
Turino menambahkan, penggunaan briket juga bisa digunakan oleh rumah produksi makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG).
“Misalnya untuk MBG, itu sangat bisa karena nyala dari jam satu malam sampai pagi, dan lebih murah,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








