Menko AHY: 35 Persen Perusahaan Logistik Siap Normalisasi Kendaraan ODOL

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan hasil survei terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sekitar 35% perusahaan logistik di Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk melakukan normalisasi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Menurut AHY, angka tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya keselamatan transportasi sekaligus menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam menertibkan kendaraan bermuatan berlebih.
“Dari hasil survei ataupun studi yang dilakukan BPS, saat ini ada sekitar 35 sekian persen pelaku usaha yang siap melakukan normalisasi kendaraan. Ini merupakan langkah awal yang baik,” ujar AHY dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Baca Juga: AHY Dorong Kota Masa Depan Pakai Konsep TOD
Kendaraan ODOL sudah lama menjadi perhatian pemerintah karena dinilai menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Pemerintah berkomitmen untuk menerapkan kebijakan zero ODOL secara bertahap, guna menciptakan sistem transportasi darat yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
AHY menjelaskan bahwa kesiapan 35 persen perusahaan logistik merupakan indikasi awal keberhasilan program sosialisasi dan koordinasi lintas sektor yang telah dilakukan pemerintah selama beberapa tahun terakhir.
“Kita melihat tren yang menggembirakan, karena artinya pelaku industri mulai memahami bahwa kepatuhan terhadap regulasi ODOL bukan sekadar kewajiban, tapi juga investasi untuk keselamatan dan keberlanjutan bisnis,” katanya.
Meski demikian, AHY mengakui bahwa masih ada tantangan besar dalam mengajak seluruh pelaku usaha untuk bertransisi menuju kendaraan yang sesuai standar dimensi dan muatan.
Sebagian perusahaan disebut masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan armada dan melakukan peremajaan kendaraan agar dapat memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.
Pemerintah, lanjut AHY, akan terus melakukan pendekatan kolaboratif dengan sektor swasta dan asosiasi logistik agar penerapan kebijakan ini berjalan tanpa menimbulkan gangguan signifikan terhadap rantai pasok nasional.
“Kami tidak ingin kebijakan ini justru menghambat distribusi logistik. Karena itu, pendekatannya harus proporsional, dialogis, dan memberikan ruang adaptasi bagi dunia usaha,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengawasan kendaraan ODOL.
Baca Juga: AHY Singgung Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial
Dirinya meminta agar dinas perhubungan di daerah aktif melakukan sosialisasi dan inspeksi lapangan, serta memastikan infrastruktur penimbangan kendaraan seperti weigh bridge berfungsi optimal.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan insentif dan dukungan teknis bagi perusahaan yang berkomitmen melakukan normalisasi armada.
Dukungan tersebut dapat berupa kemudahan perizinan, akses pembiayaan, maupun pelatihan bagi operator logistik dalam pengelolaan armada yang sesuai ketentuan.
AHY menegaskan, angka kesiapan 35% ini baru langkah awal, namun menjadi fondasi penting menuju implementasi penuh kebijakan zero ODOL secara nasional.
“Kita optimistis, dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, target Indonesia bebas kendaraan ODOL bukan hal yang mustahil,” ujarnya menutup keterangan.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap penertiban ODOL tidak hanya meningkatkan keselamatan transportasi, tetapi juga menjaga umur infrastruktur jalan raya dan efisiensi logistik nasional, dua faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









