RI-Eropa Teken Substantive Conclusion, IEU CEPA Ditarget Berlaku 1 Januari 2027

AKURAT.CO Indonesia selangkah lagi merampungkan kesepakatan dagang The Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), dengan telah terlaksananya penandatanganan substantive conclusion di antara dua pihak.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto menyatakan proses negosiasi perjanjian ini panjang, dimulai dari Juli 2016 dan telah melalui 19 kali putaran perundingan dan sejumlah sesi pertemuan, dimana kian intensif dalam dua tahun terakhir.
"Terima kasih kepada Maroš Šefčovič (Commissioner for Trade and Economic Security) lewat 'diplomasi kosmetik' ini kita bisa meneken perjanjian ini. Saya ingat deal maker perjanjian ini adalah dorongan pada diskusi mendalam dan substantif terkait kosmetik yang lebih dirasa penting bagi kita," ujarnya di sela Joint Announcement on The Substantive Conclusion of The Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement di Bali, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Ekspor Komoditas Unggulan RI ke Uni Eropa Bebas Tarif Berkat IEU-CEPA
Penandatangan ini menandakan era baru, karena usai ratifikasi ini IEU CEPA diharapkan efektif berlaku paling lama 1 Januari 2027 mendatang. Uni Eropa menjadi mitra dagang terbesar kelima RI, dengan nilai perdagangan tembus USD30,1 miliar pada 2024.
"Kerja sama juga akan berdampak pada 723 juta orang dari kedua negara dengan nilai ekonomi sebesar USD21 triliun, sehingga ada banyak peluang dan masa depan yang bergantung pada blok perdagangan besar ini," ujarnya lagi.
Saat ini, kedua belah pihak fokus menyelesaikan low hanging fruites (detail yang lebih mudah) secepatnya, termasuk industri prioritas yang akan diajukan pemerintah termasuk TPT, alas kaki, pakaian, furnitur serta industri padat karya lainnya yang saat ini memperkejakan tak kurang dari 5 juta pekerja.
"Saat ini mereka merayakan karena dengan perjanjian ini, prosek pasar ke depan cerah pasar menjadi semakin besar. Di satu sisi kami juga berharap menjadi bagian dari rantai pasol di Uni Eropa termasuk untuk mineral kritis, energi terbarukan, inovasi dan investasi," papar Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








