Peru Dukung RI Jadi Pusat Sertifikasi Halal bagi Negara Amerika Latin
Hefriday | 11 Agustus 2025, 16:17 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa Peru menginginkan Indonesia menjadi pusat sertifikasi dan penghubung industri halal bagi kawasan Amerika Latin.
Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses produk halal Peru ke pasar Asia, khususnya Asia Tenggara.
“Mereka ingin Indonesia menjadi pusat untuk mensertifikasi produk halal sekaligus mensosialisasikannya,” kata Anindya di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Menurut Anindya, Presiden Peru Dina Boluarte secara langsung telah meminta Indonesia untuk memfasilitasi pemberian sertifikat halal.
Nantinya, Peru akan mengirim berbagai produknya untuk mendapatkan sertifikasi sekaligus mengikuti proses sosialisasi yang diperlukan.
Anindya menegaskan, Kadin memiliki peran strategis dalam mewujudkan rencana tersebut. Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mencakup proses sertifikasi, pelatihan, hingga kolaborasi dalam promosi produk halal.
Baca Juga: Hore, Sertifikasi Halal RI Kini Diakui Rusia
“Banyak produk yang akan mereka kirim untuk sertifikasi halal. Indonesia berpotensi menjadi hub industri halal Amerika Latin untuk masuk ke pasar ASEAN,” jelasnya.
Selain kerja sama di sektor halal, pembahasan antara Indonesia dan Peru juga mencakup sektor perikanan, khususnya aquakultur atau budi daya perikanan yang menjadi salah satu keunggulan Peru.
Anindya berharap kedua negara dapat saling bertukar teknologi dan keahlian untuk mengembangkan industri perikanan yang berkelanjutan.
Kolaborasi teknologi ini dinilai dapat mendorong kemajuan industri perikanan nasional Indonesia, baik dari sisi produktivitas maupun kualitas hasil budi daya.
“Ini menunjukkan bahwa Kadin dan pemerintah tidak hanya fokus pada diplomasi, tetapi juga memastikan implementasinya di lapangan,” ujar Anindya.
Sementara itu, hubungan bilateral Indonesia dan Peru mendapatkan momentum baru seiring peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada tahun ini.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama, termasuk di bidang perdagangan, investasi, dan budaya.
Dalam pertemuan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo menyambut kedatangan Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra.
Pertemuan tersebut menjadi yang kedua bagi kedua kepala negara dalam setahun terakhir, sekaligus menandai pentingnya hubungan strategis kedua negara di kancah internasional.
Prabowo menekankan bahwa kolaborasi di berbagai bidang, termasuk industri halal dan perikanan, akan membawa manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan.
“Kita ingin kerja sama ini menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya








