KAI Percepat Transformasi Digital Prasarana Perkeretaapian Nasional

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat transformasi infrastruktur perkeretaapian di Tanah Air, salah satunya dengan digitalisasi infrastruktur.
Melalui Direktorat Pengelolaan Prasarana, KAI menghadirkan pembaruan yang menyentuh seluruh aspek prasarana. Mulai dari peremajaan rel, modernisasi wesel, pembaruan sistem sinyal, hingga penerapan teknologi digital yang menggantikan metode kerja manual.
“Transformasi prasarana ini bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi fondasi untuk masa depan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan pelanggan berlangsung aman, andal, dan didukung teknologi terkini,” kata Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Heru Kuswanto dalam keteranganya dikutip, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga: LRT Jabodebek Pimpin Lonjakan Penumpang, KAI Group Tumbuh 9%
Heru mengatakan, transformasi prasarana yang dijalankan di KAI harus memiliki Big Point – High Impact – Powerful – Efficiency Impact dan sepenuhnya selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Langkah ini menjadi pijakan untuk membangun fondasi perkeretaapian nasional yang modern, andal, dan berdaya saing tinggi.
Dirinya menjabarkan ada tiga fokus utama yang dijalankan. Pertama, meningkatkan Reliability, Availability, Maintainability, Safety, and Services (RAMSS) untuk memperkuat daya saing dan pendapatan perusahaan.
Kedua, melakukan transformasi digital dalam pengoperasian dan perawatan prasarana guna mendorong efisiensi, keselamatan, dan peningkatan pendapatan.
“Ketiga, mengimplementasikan program kerja berbasis keberlanjutan yang mengacu pada prinsip Sustainability dan ESG,” jelas Heru.
Sejak 2020, KAI telah mengganti lebih dari 1,6 juta meter rel baja demi memperkuat struktur jalur utama. Bantalan kayu yang rentan lapuk diganti dengan bantalan sintetis yang lebih kuat dan tahan lama.
Ratusan wesel diperbarui menggunakan struktur beton untuk meningkatkan stabilitas. Hasilnya, kecepatan operasi meningkat di lebih dari 800 kilometer jalur, sementara Track Quality Index pada kuartal I-2025 mencapai 5.554, mendekati kategori sempurna.
Transformasi juga merambah ke ranah digital. Pemeriksaan dan perawatan yang sebelumnya berbasis formulir kertas kini dilakukan melalui P3STE Mobile, CMS berbasis web, dan aplikasi perawatan lainnya. Data lapangan kini dapat dicatat secara real-time, tersimpan rapi, dan mudah dianalisis untuk pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.
Baca Juga: Buntut Kereta Anjlok, Permintaan Maaf Dirut KAI Harus Diikuti Reformasi Sistem Transportasi
KAI juga mulai menggunakan sensor digital untuk memantau kondisi jalur di daerah rawan. Sensor ini mampu mendeteksi pergerakan tanah, suhu rel, hingga getaran jembatan baja berusia lebih dari 90 tahun. Semua informasi dikumpulkan dalam peta digital 3D yang memudahkan teknisi melakukan analisis dan tindak lanjut.
Modernisasi ini diiringi komitmen pada keberlanjutan. Panel surya telah dipasang di 138 lokasi stasiun dan fasilitas operasional dengan kapasitas hampir 4.500 kW, sebagai langkah konkret menurunkan emisi karbon.
KAI juga berperan aktif dalam proyek strategis nasional seperti elektrifikasi jalur Jakarta–Sukabumi, pengembangan sistem sinyal LRT Jabodebek dan Sumatera Selatan, serta penguatan persinyalan di jalur ganda selatan Jawa.
KAI menyesuaikan struktur organisasi lapangan, memfokuskan peran teknisi, dan memastikan seluruh proses perawatan mengikuti pedoman teknis resmi regulator. Hal ini menjamin kegiatan di lapangan seragam, efisien, dan akuntabel.
“Setiap kilometer rel yang kami perbaiki adalah wujud komitmen untuk menghadirkan transportasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan cerdas. Di balik keheningan rel, ada kerja kolaboratif, teknologi, dan visi yang kami jaga,” tutur Heru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









