Kementerian ESDM Sebut Akan ada 6,2 Juta Lapangan Kerja Baru Tersedia hingga 2030 dari Transisi Energi

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa 6,2 juta lapangan kerja akan tercipta hingga 2030. Lapangan kerja ini berasal dari sektor ketenagalistrikan, sektor minerba dan sektor industri.
"Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa lapangan pekerjaan tidak ada, saya pikir harus kita menjadi intropeksi kolektif gitu ya, dan jangan kufur nikmat," tegasnya dalam acara Pembukaan Human Capital Summit 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center, Selasa (3/6/2025).
Menurut Bahlil, sejatinya yang penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas diri untuk melakukan penyesuaian dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Resmi Jadi Anggota Kehormatan Kosgoro 1957
Apalagi menurutnya, tantangan transisi energi saat ini yaitu menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan tidak bisa lagi dengan cara-cara yang manual.
"Pendapatan per kapita kita ke depan akan mencapai 10 ribu, 11 ribu, itu apabila tenaga kerja kita mempunyai kualitas yang bagus," tegasnya.
Secara kebetulan, lanjutnya, terdapat tiga pekerjaan besar di Kementerian ESDM, diantaranya menaikkan lifting, membangun hilirisasi di semua sektor, dan transisi energi.
"Hilirisasi adalah sebuah kata kunci untuk menjadikan sebagai instrumen pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil juga telah mengungkapkan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Tahun 2025-2035 dapat menyerap lebih dari 1,7 juta tenaga kerja.
"RUPTL ini penyerapan tenaga kerja kurang lebih sekitar Rp1,7 juta. Supaya Indonesia terang, nah ini kita bikin terang-benderang," jelasnya dalam acara konferensi pers RUPTL PLN (Persero) Tahun 2025-2035 di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Baca Juga: Rapat Bareng Bahlil, Menkeu Tekankan Pentingnya Peran SKK Migas
Peluang ini tersebar di berbagai tahap proyek, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga operasional, termasuk sektor manufaktur pendukung.
Menurut Bahlil, EBT menjadi kontributor utama serapan tenaga kerja, sejalan dengan arah transisi menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan.
"Dari 1,7 juta tenaga kerja tersebut, 836.696 tenaga kerja akan bekerja di industri manufaktur, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan pembangkit listrik. Sementara, 881.132 tenaga kerja akan bekerja di industri manufaktur, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan transmisi, gardu induk, dan distribusi," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









