Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas

AKURAT.CO Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis, Didi Mahardhika, menyoroti mencuatnya dugaan suap yang menyeret organisasi mahasiswa terkait aksi unjuk rasa.
Ia mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap menjaga integritas sebagai kekuatan moral dalam kehidupan demokrasi.
Menurut Didi, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, maka hal itu berpotensi mencederai marwah gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai agen perubahan dan pengawas jalannya pemerintahan.
"Gerakan mahasiswa memiliki posisi terhormat dalam sejarah bangsa. Karena itu, integritas harus tetap dijaga. Jika benar ada praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai perjuangan mahasiswa, tentu sangat disayangkan," ujar Didi dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Putra almarhumah Rachmawati Soekarnoputri itu menegaskan dirinya tidak lagi terlibat dalam pengelolaan yayasan maupun institusi pendidikan yang didirikan sang ibu sejak 2021.
"Saya tidak lagi berada dalam struktur pengelolaan yayasan maupun universitas. Karena itu, perkembangan yang terjadi saat ini berada di luar tanggung jawab saya," katanya.
Baca Juga: PIK2 Seleksi 48 Calon Penerima Beasiswa Pesisir Nusantara, Dorong Akses Kuliah bagi Generasi Muda
Didi berharap lembaga pendidikan yang didirikan Rachmawati tetap konsisten mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kepentingan bangsa.
Ia juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak kehilangan independensi karena kepentingan politik maupun kepentingan kelompok tertentu.
"Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang berpihak kepada rakyat. Jangan sampai gerakan mahasiswa kehilangan kepercayaan publik karena terseret kepentingan politik praktis ataupun kepentingan lainnya," tegasnya.
Menurut Didi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin konstitusi.
Namun, kritik tersebut seharusnya diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan memperbaiki pelaksanaan kebijakan, bukan sekadar mendorong penghentian program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Peran mahasiswa adalah mengawal, mengawasi, dan memberikan masukan agar setiap program berjalan lebih baik. Itulah esensi gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam demokrasi," pungkasnya.
Baca Juga: Skill Test G-to-G Korsel Digelar, KP2MI Minta Calon Pekerja Migran Asah Skill dan Bahasa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







