Pesan Bahlil ke Calon Ketum Kosgoro 1957: Bertanding untuk Bersanding, Jangan Kirim Kader Magang ke Golkar

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan arahan tegas saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-V Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957.
Dia menekankan pentingnya peran Kosgoro 1957 sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, dalam mencetak pemimpin masa depan yang matang.
Dia pun meminta Kosgoro 1957 tidak mengirimkan kader yang masih berstatus amatir atau baru belajar, untuk menyuplai kebutuhan internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Baca Juga: Kantongi Dukungan Mayoritas Daerah, Bendum Golkar Sari Yuliati Maju Caketum Kosgoro 1957
"Saya meminta dalam musyawarah yang kelima ini, Kosgoro dalam memberikan rekomendasi kepada partai, kader-kadernya itu bukan kader-kader yang baru belajar," kata Bahlil di hadapan para peserta Mubes, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai organisasi besar, Kosgoro harus fokus pada pembenahan internal dan pembentukan mentalitas para anggotanya secara serius.
"Harusnya organisasi-organisasi yang mendirikan, organisasi-organisasi yang didirikan, jadi dijadikan sebagai tempat untuk mengasah pembentukan karakter diri dan peningkatan kualitas diri terhadap kader, yang kelak nanti untuk disuplai kepada partai. Ini yang menjadi harapan kita semua," ujarnya.
Di tengah dinamika pemilihan ketua baru, Bahlil juga menyoroti rivalitas dua figur yang telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum Kosgoro 1957, yakni Sari Yuliati dan La Ode Safiul Akbar.
Dia meminta kedua belah pihak menjaga kondusivitas organisasi, dan mengutamakan persatuan demi target besar partai ke depan. "Tapi saya ingin Ibu Sari maupun La Ode, Kosgoro yang sudah begini bagus, harus kalian punya jiwa besar," tegas Bahlil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu mengingatkan bahwa kompetisi internal adalah hal yang lumrah, namun tidak boleh merusak soliditas organisasi.
Baca Juga: Bendahara Umum Golkar Sari Yuliati Didukung Jadi Calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957
"Jiwa besar yang saya maksudkan adalah silakan bertanding, tapi untuk bersanding. Karena tidak ada organisasi yang hebat tanpa ada kekompakan. Enggak ada, belum ada saya menemukan sebuah organisasi yang lahir dan besar untuk mencapai tujuannya tanpa ada kolaborasi dan kerja sama yang baik, belum ada," ucapnya.
Bahlil juga memuji kualitas kedua figur tersebut, dan menyerahkan sepenuhnya keputusan mekanisme pemilihan kepada forum musyawarah.
"Dua-dua ini kader bagus, dua-dua ini adalah orang yang saya sangat kenal. Persoalan bagaimana, floor, lihatlah yang terbaik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







