PAN Tolak Kenaikan Parliamentary Threshold, Viva Yoga: Banyak Suara Rakyat Hilang

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan PAN menolak kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold karena dinilai tidak adil dan berpotensi menghilangkan suara rakyat.
Menurut Viva Yoga, semakin tinggi ambang batas yang ditetapkan, maka semakin banyak suara sah nasional yang tidak dapat dikonversi menjadi kursi di DPR.
“Hal tersebut menyebabkan beberapa partai tidak lolos ke DPR sehingga suara hilang begitu saja. Sesungguhnya hal tersebut sangat tidak adil,” ujar Viva Yoga, dikutip Rabu (13/5/2026).
Ia menilai kenaikan parliamentary threshold justru membuat sistem pemilu menjadi semakin tidak proporsional dan menurunkan kualitas representasi politik di parlemen.
“Jadi PAN memperjuangkan penurunan ambang batas,” katanya.
Viva Yoga juga menanggapi alasan penyederhanaan sistem kepartaian yang kerap digunakan untuk mendukung kenaikan ambang batas parlemen.
Menurutnya, dinamika dan perbedaan pandangan di DPR merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi.
“Dinamika bahkan cekcok di DPR itu hal yang biasa,” tuturnya.
Ia menegaskan DPR sebagai lembaga representatif memang menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan konflik yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Kemendagri: Otsus Papua Harus Fokus Tingkatkan Kesejahteraan OAP
Karena itu, keberagaman partai di parlemen justru dinilai penting agar aspirasi masyarakat dapat terwakili secara luas.
“Justru ketika di DPR ada dinamika, hal demikian dianggap sebagai cara untuk mencegah terjadinya konflik horizontal di masyarakat. Berbagai masalah di masyarakat bisa dikelola di DPR bila ada representasi dari beragam partai,” jelasnya.
Sebelumnya, Viva Yoga menghadiri pembekalan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW-DPD PAN se-Jawa Timur yang digelar di Jatim Expo, Sabtu (10/5/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya program kaderisasi partai untuk memperkuat daya saing PAN dalam meraih posisi strategis di pemerintahan pada masa mendatang.
“Perkaderan sangat penting karena belajar dari pengalaman sebelumnya, bila dilakukan secara intens membuat PAN di Jawa Timur mampu meraih kursi sesuai yang diharapkan,” ujarnya.
Viva Yoga juga meminta seluruh pengurus dan kader tetap solid dalam membesarkan partai serta menghindari konflik internal.
“Pengurus tidak boleh ada konflik. Seluruhnya didorong berorientasi untuk membesarkan PAN. Satu hati, satu komando di bawah pimpinan Ketua Umum Zulkifli Hasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sesuai tagline “PAN Bantu Rakyat”, seluruh kader dan wakil rakyat PAN harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang aspiratif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“Pengurus, kader, dan wakil rakyat dari PAN harus aspiratif dan responsif pada rakyat,” katanya.
Di hadapan pengurus DPW dan DPD PAN, Viva Yoga juga mengajak seluruh kader mendoakan Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan agar selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun membesarkan partai.
“Di tengah kesibukannya sebagai Menko, Bang Zul tetap komit dan bertanggung jawab membesarkan PAN. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bersama-sama dengan kita,” pungkasnya.
Baca Juga: DPR Minta Masyarakat Tak Takut Berikan Data ke BPS demi Kebijakan Tepat Sasaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









