DEMA PTKIN Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan yang Belum Berpihak pada Rakyat

AKURAT.CO Ribuan mahasiswa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) se-Indonesia menggelar Aksi Nasional bertajuk #EvaluasiTotalAstaDerita, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi utama terpusat di depan Istana Negara, Jakarta, dan digelar serentak di seluruh provinsi dari Aceh hingga Papua. Gerakan ini menjadi bentuk evaluasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat.
Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia, M. Syahrus Sobirin, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kekuatan kontrol sosial bangsa.
"Banyak kebijakan selama satu tahun ini justru memberatkan masyarakat. Kami hadir untuk menagih janji dan arah kebijakan yang seharusnya berpihak pada rakyat," kata Sobirin, Senin (20/10/2025).
Dia menambahkan, evaluasi total bukan bentuk perlawanan tanpa dasar, melainkan pengingat agar kekuasaan dijalankan dengan nalar yang sehat dan keberpihakan yang jelas.
"Kami bukan anti pemerintah, tapi kami akan terus bersuara bila kebijakan yang lahir bertentangan dengan prinsip keadilan sosial," tegasnya.
Rangkaian aksi di Jakarta diwarnai teater jalanan, orasi kemarahan, tabur bunga, penyalaan seribu lilin sebagai simbol matinya akal sehat pemerintahan, hingga pembakaran simbolik terhadap kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat.
Aksi serupa juga digelar secara serentak di 34 provinsi yang terdapat kampus PTKIN, membawa semangat #SatuPadu sebagai gerakan moral mahasiswa untuk menjaga arah bangsa agar tetap sesuai dengan cita-cita reformasi dan konstitusi.
Baca Juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Fondasi Ekonomi Kuat Menuju Indonesia Emas 2045
Tuntutan Aksi DEMA PTKIN:
1. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai gagal menyentuh akar kebutuhan rakyat.
2. Pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, baik formal maupun nonformal.
3. Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui upah layak, tunjangan profesi, serta pengembalian anggaran pendidikan yang terserap MBG.
4. Pertanggungjawaban Prabowo–Gibran atas dugaan pelanggaran HAM yang memakan korban sejak 20 Oktober 2024.
5. Hentikan bisnis militer dan keterlibatan aparat dalam ruang publik, serta tegakkan supremasi sipil.
6. Bebaskan mahasiswa yang ditangkap karena menyuarakan pendapat.
7. Hentikan kekerasan, intimidasi, dan pembungkaman terhadap rakyat yang memperjuangkan demokrasi.
8. Tolak ekspansi tambang yang merusak tanah adat, lingkungan, dan ekosistem rakyat.
9. Evaluasi total Kabinet 'Gemuk' Merah Putih yang dinilai tidak efisien dan sarat kepentingan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







