Akurat Logo

Sufmi Dasco Ahmad, Jembatan Aspirasi Rakyat Sekaligus Kunci Stabilitas Politik

Atikah Umiyani | 19 Juni 2025, 17:34 WIB
Sufmi Dasco Ahmad,  Jembatan Aspirasi Rakyat Sekaligus Kunci Stabilitas Politik

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kembali menunjukkan perannya sebagai aktor kunci dalam menjembatani kepentingan publik dan pemerintah, khususnya saat kebijakan kementerian menuai sorotan.

Terbaru, Dasco menjadi tokoh sentral dalam menyikapi keputusan kontroversial dari Kementerian Dalam Negeri.

Keputusan Mendagri Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025, yang memasukkan empat pulau di Aceh ke wilayah administrasi Sumatera Utara, sontak memicu kegaduhan publik.

Tak tinggal diam, Dasco dengan sigap menyatakan bahwa persoalan tersebut akan diambil alih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tak berselang lama, rapat terbatas (ratas) digelar secara daring, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dari Rusia.

Rapat itu diikuti oleh Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Gubernur Sumut Bobby Nasution, serta Dasco sendiri.

Hasilnya, keputusan Mendagri dibatalkan. Presiden Prabowo memutuskan bahwa empat pulau tersebut tetap masuk wilayah Provinsi Aceh.

Ini bukan kali pertama Dasco berperan sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan suara rakyat. Sebelumnya, ia juga:

Baca Juga: Cek Daftar Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 19 Juni 2025: Klaim Sekarang Hadiah Gratis Terbaru!

  • Mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat IHSG mengalami tekanan tajam. Kehadirannya disebut berhasil meredakan sentimen pasar.

  • Menemui Presiden Prabowo bersama pimpinan DPR untuk menyampaikan kekhawatiran publik soal rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen.

    Hasilnya, pemerintah mengoreksi kebijakan: PPN 12% hanya berlaku untuk barang mewah.

  • Mengintervensi kebijakan distribusi gas LPG 3 kg, yang sebelumnya hanya boleh dijual lewat pangkalan.

    Setelah melaporkan dampaknya ke Presiden, kebijakan itu dikoreksi dan penjualan via pengecer kembali diperbolehkan.

Dasco, Penyangga Kekuasaan dan Penyambung Lidah Rakyat

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai wajar jika Dasco memiliki posisi strategis dalam mengatasi berbagai kebijakan bermasalah.

“Dasco merupakan perpanjangan tangan Prabowo. Ia bisa masuk ke banyak isu krusial karena posisinya sebagai Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra,” ujar Dedi kepada Akurat.co, Kamis (19/6/2025).

Menurutnya, kehadiran Dasco mirip dengan tokoh-tokoh penting pada masa kepemimpinan sebelumnya, seperti Taufik Kiemas di era Megawati atau Yenny Wahid di era Gus Dur.

“Dengan kedekatannya secara politik dan struktural dengan Presiden, Dasco menjelma menjadi buffer power, tokoh yang meredam tekanan terhadap pemerintah,” tambahnya.

Dedi juga menilai, sikap aktif Dasco kerap merepresentasikan suara masyarakat, terutama saat kebijakan menteri dianggap tidak selaras dengan visi Presiden Prabowo.

“Bisa saja begitu. Dalam beberapa kasus, para menteri secara struktur justru tidak lebih dekat dengan Presiden dibanding Dasco,” pungkas Dedi.

Dengan peran dan posisi strategisnya, Dasco bukan hanya sekadar politisi parlemen, tapi kini menjadi salah satu figur sentral dalam menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo, khususnya dalam merespons isu-isu yang menyentuh langsung kepentingan publik.

Baca Juga: Animal.inc Cafe Entertainment District PIK 2: Sensasi Nongkrong Unik Bareng 19 Hewan Eksotik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.