Aktivis Gelar Sarasehan Lintas Generasi, Serukan Transformasi Menuju Demokrasi Ekonomi

AKURAT.CO Sejumlah aktivis lintas generasi mendorong perlunya transformasi dari demokrasi politik menuju demokrasi ekonomi di Indonesia.
Isu tersebut menjadi pokok bahasan dalam “Sarasehan Aktivis Lintas Generasi: Memperingati Reformasi 1998” yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Ketua Pelaksana acara yang juga eksponen gerakan mahasiswa 1998 Yogyakarta, Haris Rusly Moti, menegaskan, demokrasi tidak boleh berhenti pada aspek politik semata, tetapi harus berkembang menjadi demokrasi ekonomi guna mewujudkan keadilan sosial.
“Dialog lintas generasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai aktivis reformasi. Demokrasi politik harus menjadi modal untuk mentransformasikannya ke arah demokrasi ekonomi,” ujar Haris dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, demokrasi ekonomi bertujuan memberikan akses yang lebih luas kepada rakyat terhadap sumber-sumber kekayaan negara.
Baca Juga: Real Madrid Dikabarkan Ingin Lepas David Alaba karena Terlalu Sering Cedera
Menurutnya, kebebasan politik yang sudah diperjuangkan sejak 1998 harus diikuti dengan pemerataan akses ekonomi bagi seluruh rakyat.
“Jangan sampai demokrasi kita berhenti di TPS. Akses terhadap kekayaan negara juga harus bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia. Inilah inti dari demokrasi ekonomi yang harus kita perjuangkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Haris mengungkapkan rencana untuk menggelar sarasehan serupa di berbagai perguruan tinggi.
Tujuannya, menjaring ide dan gagasan dari kalangan muda untuk merumuskan arah demokrasi ekonomi Indonesia ke depan.
“Kami akan menyelenggarakan sarasehan serupa di kampus-kampus untuk memperkaya gagasan dan membentuk partisipasi publik dalam membangun fondasi demokrasi ekonomi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia
- 10Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII








