Fahri Hamzah: Kenaikan Pajak Barang Mewah Bukan Beban Rakyat, Tapi Komitmen untuk Keadilan Ekonomi

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menegaskan, kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada barang dan jasa mewah tidak bertujuan mempersulit rakyat.
Sebaliknya, kebijakan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap keadilan sosial dan perlindungan bagi masyarakat kecil.
"Presiden Prabowo tidak pernah berniat membebani rakyat kecil. Justru, mereka yang menikmati ekonomi besar harus memberikan kontribusi lebih besar melalui pajak. Sementara itu, rakyat yang ekonominya lemah diberikan keringanan pajak yang signifikan," kata Fahri dalam diskusi bertema "Menyongsong Momentum Indonesia, Refleksi 2024 dan Proyeksi 2025" di Jakarta, Rabu (1/1/2025).
Fahri menjelaskan, Presiden Prabowo melihat pajak sebagai instrumen penting untuk membangun ekonomi yang inklusif.
Meskipun ada kenaikan PPN, pemerintah telah mengimbanginya dengan berbagai program subsidi yang bertujuan melindungi masyarakat rentan.
Baca Juga: Fahri Hamzah: Saatnya Indonesia Tinggalkan Politik Liberal, Perkuat Jati Diri Bangsa!
"Ini adalah langkah negara yang bertanggung jawab. Pajak digunakan untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar menarik pungutan," ujar Fahri, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menurut Fahri, masyarakat yang memiliki kekayaan besar harus menyadari bahwa kekayaan tersebut membawa tanggung jawab sosial.
"Kita tidak bisa hidup tenang jika dikelilingi oleh kemiskinan. Itulah mengapa kebijakan ini penting untuk menciptakan keseimbangan sosial," katanya.
Presiden Prabowo, lanjut Fahri, tengah mengarahkan ekonomi nasional untuk menciptakan kesejahteraan yang merata melalui pendekatan yang berfokus pada integritas dan keberlanjutan lingkungan.
"Pak Prabowo sangat jelas dalam misinya: hentikan praktik mencuri, berhentilah merusak dan mengacak-acak alam. Ini adalah fondasi ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.
Fahri juga optimis bahwa kebijakan ekonomi ini akan memperkuat posisi Indonesia di dunia.
Menurutnya, dengan langkah-langkah strategis yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, Indonesia bisa menjadi negara yang dihormati secara global.
Baca Juga: PKB Dukung Wacana Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan, Banyak Positifnya
"Indonesia tidak hanya akan menjadi pemain lokal, tapi juga aktor utama di kancah internasional. Ini adalah cita-cita sejak awal berdirinya republik ini, dan saya yakin kita berada di jalur yang tepat untuk mencapainya," tutup Fahri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









